Waspada! Menurunkan Berat Badan Saja Tak Cukup Cegah Komplikasi Diabetes

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Sabtu, 14 November 2020 | 16:11 WIB
Waspada! Menurunkan Berat Badan Saja Tak Cukup Cegah Komplikasi Diabetes
Ilustrasi diabetes

Suara.com - Diabetes meningkatkan hampir dua kali risiko kematian akibat penyakit jantung, stroke, hingga gagal jantung. Banyak penelitian terdahulu yang menyebutkan penurunan berat badan bisa menurunkan risiko ini. Namun,  studi baru menyebutkan bahwa menurunkan berat badan saja tak cukup karena perlu konsetrasi pada bagian tubuh tertentu. 

Melansir dari Medical News Today, peneliti di University of Texas Southwestern Medical Center (UTSW) di Dallas menganalisis data dari studi Look AHEAD. Studi ini telah diterbitkan pada jurnal Circulation.

Peneliti menyelidiki penurunan berat badan karena intervensi gaya hidup intensif yang terdiri dari makan sehat dan peningkatan aktivitas fisik versus dukungan dan pendidikan saja pada diabetisi tipe 2.

Para peneliti memilih 5.103 orang dari studi Look AHEAD yang tidak mengalami gagal jantung pada awal studi. Selama 12 tahun masa percobaan, 257 peserta penelitian dirawat di rumah sakit untuk pengobatan gagal jantung.

Hasil studi menunjukkan bahwa orang dewasa dalam studi yang mengalami penurunan berat badan cenderung tidak mengalami gagal jantung jika mereka menurunkan massa lemak dan lingkar pinggang. Namun, kehilangan massa otot tidak mengubah risikonya.

Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Para peneliti mencatat bahwa meskipun risiko gagal jantung menurun pada mereka yang kehilangan lemak tubuh dan mengurangi lingkar pinggang mereka, data penelitian menunjukkan tidak ada penurunan yang signifikan dalam risiko serangan jantung.

Data menunjukkan bahwa pengurangan massa lemak tubuh sebesar 10 persen menghasilkan risiko gagal jantung 22 persen lebih rendah.

"Studi kami menunjukkan bahwa menurunkan berat badan saja tidak cukup. Kami mungkin perlu memprioritaskan kehilangan lemak untuk benar-benar mengurangi risiko gagal jantung," kata Dr. Kershaw Patel, seorang ahli jantung di Rumah Sakit Metodis Houston di Texas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Hanya Masalah Mental, Stres Juga Tingkatkan Risiko Diabetes

Bukan Hanya Masalah Mental, Stres Juga Tingkatkan Risiko Diabetes

Health | Sabtu, 14 November 2020 | 14:22 WIB

Hari Diabetes Sedunia, WHO sebut 6 Persen Populasi Global Mengalaminya

Hari Diabetes Sedunia, WHO sebut 6 Persen Populasi Global Mengalaminya

Health | Sabtu, 14 November 2020 | 13:14 WIB

Hati-hati, Diabetes juga Memengaruhi Kehidupan Seksual Penderitanya lho!

Hati-hati, Diabetes juga Memengaruhi Kehidupan Seksual Penderitanya lho!

Health | Jum'at, 13 November 2020 | 20:25 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB