Studi: Minum Teh Hijau dan Kopi Turunkan Risiko Kematian Pasien Diabetes

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 21 Oktober 2020 | 15:33 WIB
Studi: Minum Teh Hijau dan Kopi Turunkan Risiko Kematian Pasien Diabetes
Ilustrasi teh hijau. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Minum banyak teh hijau dan kopi dikaitkan dengan risiko kematian lebih rendah dari penyebab apapun pada pasien diabetes tipe 2. Hal ini dinyatakan oleh penelitian yang ditebitkan pada jurnal online BMJ Open Diabetes Research & Care.

Melansir dari Medical Xpress, minum 4 atau lebih cangkir teh hijau setiap hari ditambah 2 atau lebih kopi dikaitkan penurunan risiko kematian 63 persen lebih rendah selama sekitar 5 tahun.

Orang dengan diabetes tipe 2 lebih rentan terhadap penyakit peredaran darah, demensia, kanker, dan patah tulang. Meskipun semakin banyak obat yang efektif, modifikasi gaya hidup, seperti olahraga dan pola makan tetap dibutuhkan.

Dalam studi ini, para peneliti melacak kesehatan 4923 orang Jepang, 2.790 pria dan 2.133 wanita dengan diabetes tipe 2. Usia rata-rata 66 tahun selama rata-rata lebih dari 5 tahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa dibandingkan dengan mereka yang tidak minum minuman sama sekali, mereka yang meminum salah satu atau keduanya memiliki risiko kematian yang lebih rendah karena sebab apapun.

Minum hingga 1 cangkir teh hijau setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko kematian 15 persen, sementara minum 2-3 cangkir dikaitkan dengan peluang penurunan risiko 27 persen. Sementara menghabiskan 4 atau lebih cangkir setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko kematian sebanyak 40 persen.

Ilustrasi kopi. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi kopi. (Dok : Istimewa)

Bagi peminum kopi, 1 cangkir dikaitkan dengan penurunan risiko sampai 12 persen, sementara 2 cangkir atau lebih dikaitkan dengan peluang penurunan risiko hingga 41 persen lebih rendah.

Risiko kematian bahkan lebih rendah bagi mereka yang minum teh hijau dan kopi dalam sehari. Mereka yang minum 2-3 cangkir teh hijau ditambah 2 gelas kopi risikonya akan turun  51 persen. 

Studi ini adalah observasional sehingga tidak sepenuhnya dipahami secara jelas sebab akibatnya.

Teh hijau sendiri mengandung beberapa senyawa antioksidan dan anti inflamasi, termasuk fenol dan theanine, serta kafein. Kopi juga mengandung banyak komponen bioaktif, termasuk fenol. Dalam hal ini kafein dianggap mengubah produksi dan sensitivitas insulin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Spanish Sebut Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Diabetes

Ahli Spanish Sebut Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Diabetes

Health | Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:31 WIB

Bersaing Tak Sehat, Perempuan Ini Racuni Kopi Rekan Kerjanya

Bersaing Tak Sehat, Perempuan Ini Racuni Kopi Rekan Kerjanya

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2020 | 20:35 WIB

Konsumsi Kopi Setiap Hari Bisa Turunkan Risiko Kanker Hati

Konsumsi Kopi Setiap Hari Bisa Turunkan Risiko Kanker Hati

Health | Selasa, 20 Oktober 2020 | 11:13 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB