Jangan Diabaikan, Hiperseks Harus Dikendalikan dengan 3 Cara Ini!

Senin, 16 November 2020 | 09:31 WIB
Jangan Diabaikan, Hiperseks Harus Dikendalikan dengan 3 Cara Ini!
Ilustrasi berhubungan seks, bercinta, masalah seksual (Unsplash/We-Vibe WOW Tech)

Suara.com - Baru-baru ini Ajun Perwira blak-blakan menceritakan istrinya, Jennifer Jill yang 17 tahun lebih tua darinya adalah seorang yang kecanduan seks atau hiperseks.

Tapi, Ajun Perwira tak mempermasalahkan hal tersebut. Karena ia justru senang dan mengakui Jennifer Jill membuatnya nafsu.

Meski begitu, kecanduan seks atau hiperseks adalah suatu kondisi yang sebaiknya tidak diabaikan. Karena, hiperseks bisa memengaruhi banyak hal bila tak terkendali dengan baik.

Sebenarnya, penyebab hiperseks masih belum dipahami pastinya. Namun, kecanduan seks dan hiperseks biasanya disebabkan oleh pengalaman traumatis, kesusahan atau penyakit mental seperti gangguan bipolar.

Perawatan yang bisa mengatasi kecanduan seks dan hipersksualitas termasuk kombinasi dari self-help, perawatan psikologis dan pengobatan. Tujuan pengobatan dilansir dari Patient, berguna membantu seseorang mengelola dorongan seksual dan perilaku seksual berlebihan.

Ajun Perwira dan istri, Jennifer Jill Supit. [Instagram]
Ajun Perwira dan istri, Jennifer Jill Supit. [Instagram]

1. Menolong diri

Anda perlu memahami perilaku seksual kompulsif sebelum mencari tahu penyebab dan memilih pengobatannya. Anda bisa mengidentifikasi situasi, pikiran dan perasaan yang bisa memicu dorongan seksual untuk mengelolanya.

Setelah menemukannya, Anda bisa menjalani perawatan masalah kesehatan mental lainnya, seperti kecanduan, depresi, kecemasan atau stres. Cobalah relaksasi dan manajemen stres.

2. Psikoterapi

Baca Juga: Jennifer Jill Hiperseks, Waspadai 5 Akibatnya Jika Tak Ditangani!

Psikoterapi bisa membantu Anda mempelajari cara mengelola perilaku seksual kompulsif. Psikoterapi bisa diberikan secara individu atau kelompok, keluarga atau dengan pasangan.

Jenis psikoterapi untuk masalah ini biasanya termasuk terapi perilaku kognitif (CBT), terapi penerimaan dan komitmen serta psikoterapi psikodinamik.

3. Pengobatan

Obat-obatan tertentu bisa membantu mengurangi pikiran dan perilaku obsesif dengan mengurangi dorongan seksual Anda. Pengobatan yang digunakan untuk menangani perilaku seksual kompulsif juga biasanya diresepkan untuk kondisi lain.

Contohnya, pengobatan antidepresan, naltrexone, penstabil suasana hati dan anti-androgen. Semua obat-obatan untuk kecanduan seks itu juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan mental lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI