Kapan BPOM Keluarkan Izin Edar Penggunaan Vaksin Covid-19?

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 19 November 2020 | 17:05 WIB
Kapan BPOM Keluarkan Izin Edar Penggunaan Vaksin Covid-19?
[ABC]

Suara.com - Sebagian masyarakat Indonesia dipusingkan mengenai vaksin Covid-19 mana yang paling baik untuk digunakan.

Tapi nyaris lupa bahwa sampai saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI belum mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) untuk penggunaan vaksin tersebut.

EUA merupakan istilah yang digunakan terkait persetujuan penggunaan obat atau vaksin saat kondisi darurat kesehatan masyarakat, misalnya seperti masa pandemi Covid-19. EUA diberikan karena semua obat dan vaksin Covid-19 kebanyakan masih dalam tahap pengembangan.

Meski belum bisa memastikan kapan mengeluarkan EUA, tapi BPOM berekspektasi izin penggunaan sudah bisa dikeluarkan pada minggu ke-3 dan minggu ke-4 Januari 2021.

"Jadi, harapannya Januari minggu ke-3 dan ke-4 bisa mendapatkan EUA, apabila datanya sudah lengkap," ujar Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito dalam konferensi pers virtual, Kamis (19/11/2020).

Ekspektasi ini bisa terwujud apabila prediksi BPOM jadi kenyataan, di mana jika tim BPOM sudah mendapatkan data lengkap, sebagai syarat vaksin sudah memenuhi standar EUA.

"Data (standar persyaratan EUA) tersebut baru bisa kami terima sekitar Januari minggu pertama dan kedua," jelas Penny.

Adapun standar persyaratan pemberian EUA, vaksin harus sudah memiliki data uji klinik fase 1 dan uji klinik fase 2 secara lengkap, serta data analisis interim uji klinik fase 3 untuk menunjukkan khasiat dan keamanan.

Sayangnya, beberapa kandidat vaksin memang sudah melengkapi data uji klinik fase 1 dan uji klinik fase 2. Tapi untuk analisis interim uji klinik fase 3, data belum terpenuhi.

Ditambah uji klinik fase 3 vaksin Sinovac yang dilakukan di Bandung, Jawa Barat hasil kerjasama PT Biofarma dan Fakultas Kedokteran UNPAD juga belum usai.

Sebagai penggantinya BPOM kemudian meminta data uji klinik fase 3 di Brasil yang sudah lebih dulu melakukan uji klinik, dan seharusnya data sudah bisa didapatkan. Tapi kata Penny, Brasil juga belum selesai melakukan analisis interim.

"Karena belum bisa dihasilkan dari uji klinik yang ada di Bandung, akan digunakan uji klinik dari Brasil. Tapi ternyata Brasil tidak bisa memberikan data tersebut, karena membutuhkan waktu analisa interimnya," tutup BPOM.

Sekedar informasi, syarat pemberian EUA bukan disusun oleh BPOM sendiri. Tapi disusun berdasarkan pedoman pertemuan terakhir pada 6 November 2020 bersama WHO (WHO Emergency Listing), US Food and Drug Administration (EUA), dan European Medicines Agency atau EMA (Conditional Approval).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Terawan Target 107 Juta Masyarakat Indonesia dapat Vaksin Covid-19

Menkes Terawan Target 107 Juta Masyarakat Indonesia dapat Vaksin Covid-19

Health | Kamis, 19 November 2020 | 15:52 WIB

Vaksin Covid-19 Oxford Hasilkan Respons Kekebalan Untuk Orang Tua

Vaksin Covid-19 Oxford Hasilkan Respons Kekebalan Untuk Orang Tua

Health | Kamis, 19 November 2020 | 15:55 WIB

Pulang dari China, Badan POM RI Rilis Hasil Inspeksi Vaksin Sinovac

Pulang dari China, Badan POM RI Rilis Hasil Inspeksi Vaksin Sinovac

Health | Kamis, 19 November 2020 | 14:47 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB