Berefek pada Kesehatan, Jarak Sosial Akibat Pandemi Picu Kesepian Lansia

Angga Roni Priambodo | Fita Nofiana | Suara.com

Sabtu, 21 November 2020 | 09:30 WIB
Berefek pada Kesehatan, Jarak Sosial Akibat Pandemi Picu Kesepian Lansia
Ilustrasi lansia sakit. (Pixabay)

Suara.com - Jarak sosial yang diterapkan sebagai tindakan preventif untuk mencegah virus corona Covid-19 meningkatkan perasaan kesepian pada lansia. Hal ini yang kemudian berpengaruh pada kesehatan fisik dan kesejahteraan mental

Melansir dari Science Daily, para peneliti dari Universitas Stirling telah mengidentifikasi hubungan antara peningkatan kesepian di usia 60-an dan memburuknya kesejahteraan mental serta kesehatan.

Peningkatan kesepian karena jarak sosial dikaitkan dengan jaringan sosial yang lebih kecil, dukungan sosial yang  lebih rendah, dan penurunan kesejahteraan mental.

Profesor Anna Whittaker dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan Olahraga Universitas Stirling yang memimpin penelitian ini berharap temuannya akan membantu menginformasikan pengambilan keputusan tentang virus dan mendukung strategi pemulihan pasca pandemi.

"Studi sebelumnya telah menunjukkan dampak negatif dari isolasi sosial dan kesepian. Ini adalah masalah utama bagi orang dewasa yang lebih tua yang mungkin lebih cenderung memiliki sedikit kontak sosial," kata Profesor Whittaker

"Kami tahu bahwa pedoman jarak sosial telah membatasi keterlibatan aktivitas sosial dan memengaruhi kelompok rentan, termasuk orang dewasa yang lebih tua," imbuhnya.

Studi kami ini melibatkan survei terhadap lebih dari 1.400 orang tua di mana meneliti dampak jarak sosial selama pandemi pada aktivitas sosial, kesepian, dan kesejahteraan.

Mayoritas peserta survei melaporkan bahwa jarak sosial telah membuat mereka mengalami lebih kesepian karena kurangnya kontak sosial.

Kesepian yang lebih besar secara signifikan dikaitkan dengan jaringan sosial yang lebih kecil, dukungan sosial yang dirasakan lebih rendah, dan penurunan frekuensi, kualitas, dan jumlah dukungan sosial yang memburuk. 

Kesepian sendiri telah meningkatkan berbagai risiko kesehatan mulai dari gangguan mental, tidur, bahkan penyakit metabolik. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti AS Temukan Tiga Obat Baru Potensial untuk Covid-19, Apa Saja?

Peneliti AS Temukan Tiga Obat Baru Potensial untuk Covid-19, Apa Saja?

Health | Sabtu, 21 November 2020 | 07:47 WIB

Tips Donna Agnesia Atasi Stres Bagi Para Ibu di Masa Pandemi

Tips Donna Agnesia Atasi Stres Bagi Para Ibu di Masa Pandemi

Health | Sabtu, 21 November 2020 | 05:15 WIB

Dari Droplet hingga Permukaan, Ingat Kembali Cara Penularan Virus Corona

Dari Droplet hingga Permukaan, Ingat Kembali Cara Penularan Virus Corona

Health | Sabtu, 21 November 2020 | 07:45 WIB

Terkini

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB