Benjolan Seperti Ekor Tikus di Bokong Bayi, Waspadai Kelainan Spina Bifida

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 21 November 2020 | 14:49 WIB
Benjolan Seperti Ekor Tikus di Bokong Bayi, Waspadai Kelainan Spina Bifida
Ilustrasi bayi, bokong bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Kelainan saraf bisa beragam jenisnya, salah satunya adalah spina bifida, yaitu kondisi cacat atau kelainan saat bayi lahir di bagian tulang belakang.

Menurut dokter bedah saraf dr. Samsul Ashari, SpBS(K), kelainan ini kerap dikenal oleh orang awam dengan sebutan ekor tikus, karena bentuknya dekat dengan bokong dan berambut.

"Spina bifida ini paling sering berbentuk pita atau kadang di koran disebut juga dengan ekor tikus, jadi atau rambut itu tanda kalau spina bifida," ujar dr. Samsul dalam acara diskusi webinar awam Spina Bifida, Jumat (20/11/2020).

Dokter yang juga Kepala Departemen Bedah Saraf Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu mengatakan yang berbahaya dari spina bifida ini adalah saat anak mulai tumbuh dewasa. Saat kaki anak memanjang, spina bifida akan ikut tertarik dan menyebabkan kelumpuhan.

"Kelainan neurologis lainnya, spina bifida tertarik kaki, makin lama jadi kelumpuhan," terang dr. Samsul.

Kondisi spina bifida yang terlihat seperti ekor tikus memang lebih mudah untuk didiagnosis karena bentuknya yang terlihat. Tapi ada beberapa kondisi spina bifida yang tidak terlihat, sehingga perlu waktu lama bagi orang awam untuk mengenalinya.

Sampai anak dewasa dan mengganggu pertumbuhannya, orangtua biasanya baru membawa anaknya ke dokter. Saat ini, biasanya penanganan sudah cukup terlambat.

Untuk bisa mendeteksi sejak dini, tidak ada salahnya untuk mengenali gejala spina bifida seperti melansir Hello Sehat, Sabtu (21/11/2020) sebagai berikut:

1. Okulta
Okulta umumnya tidak merusak sistem saraf tulang belakang, Anda biasanya tidak akan menemukan tanda-tanda atau gejala yang berarti. Bayi yang lahir dengan kondisi ini akan menunjukkan gejala fisik seperti berikut:

  • Muncul jambul atau sepetak rambut di bagian punggung.
  • Lesung pipit atau tanda lahir di bagian tubuh yang terdampak.

Hanya sedikit kasus tipe spina bifida jenis okulta.

2. Meningokel
Gejala yang paling mudah dilihat dari jenis spina bifida meningokel adalah munculnya jaringan berbentuk kantung yang berisi cairan di bagian punggung.

3. Mielomeningokel
Serupa dengan meningokel, jenis yang satu ini juga dapat diidentifikasi dengan adanya kantung berisi cairan di punggung. Beberapa gejala yang mungkin dialami penderita spina bifida mielomeningokel, seperti:

  • Pembesaran di kepala akibat penumpukan cairan di otak
  • Perubahan kognitif dan perilaku
  • Tenaga tubuh yang menurun
  • Tubuh menjadi lebih kaku
  • Kesulitan buang air kecil atau besar
  • Kelainan sistem saraf kranial
  • Sakit punggung

Selain gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, berikut adalah beberapa tanda dan gejala lainnya yang mungkin dapat terlihat:

  • Tubuh lesu
  • Nafsu makan menurun
  • Perkembangan tubuh yang melambat
  • Mengi atau suara tersengal-sengal (wheezing)
  • Gerakan tubuh yang sulit diatur

Ada juga beberapa kasus yang melaporkan munculnya gejala sulit tidur, pembengkakan di saraf mata, dan terganggunya sistem saraf tubuh. Beberapa kasus spina bifida jenis ini juga ada yang mengalami susah menelan dan bola mata bergerak tidak terkendali (nistagmus).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Divonis Spina Bifida Sebelum Lahir, Bayi Ini Dioperasi Sejak Usia 23 Minggu

Divonis Spina Bifida Sebelum Lahir, Bayi Ini Dioperasi Sejak Usia 23 Minggu

Health | Jum'at, 21 Juni 2019 | 13:11 WIB

Calon Bayi Divonis Spina Bifida, Ibu Ini Tolak Gugurkan Kandungan

Calon Bayi Divonis Spina Bifida, Ibu Ini Tolak Gugurkan Kandungan

Lifestyle | Selasa, 11 Juni 2019 | 11:43 WIB

Alami Spina Bifida, Bayi Ini Dikeluarkan dari Rahim lalu Dimasukkan Lagi

Alami Spina Bifida, Bayi Ini Dikeluarkan dari Rahim lalu Dimasukkan Lagi

Health | Selasa, 12 Februari 2019 | 06:35 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB