Tidak Selalu Penyakit Saraf, Berikut Beberapa Alasan Otot Berkedut

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 17 September 2020 | 18:34 WIB
Tidak Selalu Penyakit Saraf, Berikut Beberapa Alasan Otot Berkedut
Ilustrasi mata kedutan (Shutterstock)

Suara.com - Pernahkah Anda merasakan otot paha, lengan atas atau mata berkedut meski sedang tidak melakukan apa pun? Kondisi yang dikenal dengan twitching ini memang sering terjadi.

Kedutan sebenarnya terjadi ketika unit motorik, yang berada di sistem saraf pusat dalam sel-sel neuron motorik, memberi sinyal pada otot untuk berkontraksi secara berulang tanpa kendali.

Umumnya kondisi ini tidak serius, namun, kedutan yang parah bisa menjadi tanda masalah saraf tertentu.

Berdasarkan Healthline, ada beberapa penyebab umum otot berkedut, yakni:

1. Terjadi setelah melakukan aktivitas fisik karena asam laktat menumpuk di otot yang digunakan selama berolahraga. Ini paling sering memengaruhi lengan, kaki, dan punggung.

2. Stres dan kecemasan dapat menyebabkan 'kutu saraf'. Ini akan memengaruhi otot mana pun di dalam tubuh.

3. Mengonsumsi terlalu banyak kafein dan stimulan lainnya yang dapat menyebabkan otot di bagian tubuh mana pun bergerak-gerak.

Kram otot kaki. (shutterstock)
Ilustrasi otot berkedut (shutterstock)

4. Kekurangan nutrisi tertentu, terutama vitamin D, vitamin B, dan kalsium, dapat menyebabkan otot berkedut, terutama pada kelopak mata, betis, dan tangan.

5. Dehidrasi dapat menyebabkan kontraksi dan kedutan otot, terutama pada otot tubuh yang lebih besar. Ini termasuk kaki, lengan, dan batang tubuh.

6. Nikotin di dalam rokok dan produk tembakau lainnya dapat menyebabkan otot berkedut, terutama di kaki.

7. Otot berkedut pada kelopak mata atau area sekitar mata karena iritasi.

8. Reaksi yang merugikan terhadap obat-obatan tertentu, termasuk kortikosteroid dan pil estrogen, dapat memicu otot berkedut. Kedutan dapat memengaruhi tangan, lengan atau kaki.

Penyebab umum otot kedutan ini biasanya merupakan kondisi ringan yang mudah diatasi. Kedutan akan mereda setelah beberapa hari.

Namun, Anda harus berbicara dengan dokter jika mencurigai obat yang dikonsumsi menyebabkan otot berkedut, agar mereka dapat merekomendasikan obat dengan dosis lebih rendah atau mengalihkan ke obat yang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunakan Tikus, Astronom Cegah Melemahnya Otot dan Tulang di Luar Angkasa

Gunakan Tikus, Astronom Cegah Melemahnya Otot dan Tulang di Luar Angkasa

Tekno | Kamis, 10 September 2020 | 14:30 WIB

Nyeri Otot Tanda Kurang Vitamin D dan Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Nyeri Otot Tanda Kurang Vitamin D dan Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Health | Rabu, 09 September 2020 | 21:27 WIB

Waspada, Nyeri Otot hingga Punggung Bisa Jadi Tanda Kekurangan Vitamin D

Waspada, Nyeri Otot hingga Punggung Bisa Jadi Tanda Kekurangan Vitamin D

Health | Rabu, 09 September 2020 | 20:29 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB