Hits: Ada CEO RS Ogah Pakai Masker, Jangan Konsumsi Vitamin D Berlebihan?

Risna Halidi | Suara.com

Sabtu, 21 November 2020 | 22:05 WIB
Hits: Ada CEO RS Ogah Pakai Masker, Jangan Konsumsi Vitamin D Berlebihan?
Ilustrasi masker (Unsplash)

Suara.com - Seorang CEO rumah sakit mengatakan tidak akan memakai masker karena sudah pernah terinfeksi Covid-19. Pernyatannya ini pun mengejutkan seluruh staf rumah sakit. Bagaimana kisah selanjutnya?

Sebuah penelitian dari Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dapat mengurangi risiko kanker stadium lanjut. Tetapi mengonsumsi suplemen vitamin D terlalu banyak atau tanpa rekomendasi dokter juga dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Berita mengenai seorang CEO rumah sakit yang ogah pakai masker dan mengonsumsi vitamin D berlebihan masuk dalam berita kanal Health edisi Sabtu (21/11/2020).

1. Merasa Kebal karena Pernah Derita Covid-19, CEO RS Ini Menolak Pakai Masker

Kelby Krabbenhoft CEO Sanford Health (SanfordHealth.org)
Kelby Krabbenhoft CEO Sanford Health (SanfordHealth.org)

Memakai masker, baik bagi orang yang sehat maupun sudah terinfeksi virus corona, adalah hal yang wajib dilakukan demi mengurangi penyebaran Covid-19.

Namun, sepertinya hal ini tidak terpikirkan oleh CEO sekaligus Presiden Sanford Health yang berbasis di South Dakota, salah satu sistem kesehatan terbesar di AS.

Baca selengkapnya

2. LSM Temukan Praktik Kandang Telur Berisiko di Indonesia

Ilustrasi telur ayam yang dijual ritel (dok. Equitas Global )
Ilustrasi telur ayam yang dijual ritel (dok. Equitas Global )

Produksi telur ayam ternak di Indonesia dianggap cukup berisiko. Hal tersebut terungkap lewat investigasi LSM internasional, Equitas Global yang menemukan adanya risiko pandemi baru lewat praktik kandang telur baterai.

Praktik bisnis tersebut menjadikan ternak ayam petelur tinggal di dalam kandang yang sangat sesak dan sempit hingga kesulitan untuk bergerak hingga menimbulkan kecacatan.

Baca selengkapnya

3. Studi: Vitamin D Memang Cegah Pengembangan Kanker, Tapi Jangan Berlebihan

Ilustrasi suplemen vitamin D. (Shutterstock)
Ilustrasi suplemen vitamin D. (Shutterstock)

Suplemen vitamin D dapat menurunkan risiko kanker, namun tetap tak baik jika dikonsumsi berlebihan. Dalam hal ini, sebuah penelitian dari Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D dapat mengurangi risiko kanker stadium lanjut.

Melansir dari Healthshots, studi AS ini menunjukkan bahwa orang dengan BMI atau berat badan normal yang mengonsumsi vitamin D 38 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan kanker stadium lanjut.

Baca selengkapnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CDC: Skrining Covid-19 di Bandara Tidak Efektif Cegah Corona, Mengapa?

CDC: Skrining Covid-19 di Bandara Tidak Efektif Cegah Corona, Mengapa?

Health | Jum'at, 20 November 2020 | 15:05 WIB

Bagikan 20 Ribu Masker di Acara Rizieq, Doni Mencederai Usaha Relawan

Bagikan 20 Ribu Masker di Acara Rizieq, Doni Mencederai Usaha Relawan

Jabar | Kamis, 19 November 2020 | 17:51 WIB

Bagikan Masker Untuk Acara Rizieq, Doni Monardo Dianggap Gagal Cegah Corona

Bagikan Masker Untuk Acara Rizieq, Doni Monardo Dianggap Gagal Cegah Corona

Jakarta | Kamis, 19 November 2020 | 17:22 WIB

Terkini

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB