Orang Usia 45 Tahun ke Atas Lebih Berisiko Alami IMS, Ini Sebabnya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 24 November 2020 | 14:05 WIB
Orang Usia 45 Tahun ke Atas Lebih Berisiko Alami IMS, Ini Sebabnya!
Ilustrasi berhubungan seks (Unsplash/Becca Tapert)

Suara.com - Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah kondisi medis yang bisa Anda alami karena melakukan hubungan seks tanpa kondom. Kondisi ini juga dikenal sebagai penyakit menular seksual (PMS).

Para ahli telah memperingatkan banyak kasus IMS terjadi karena kurangnya pendidikan. Sedangkan, ilmuwan dari Universitas Chichester berpendapat orang usia 45 tahun memiliki risiko lebih tinggi tertular IMS daripada sebelumnya.

Risiko yang meningkat ini disebabkan oleh keengganan masyarakat untuk berkonsultasi mengenai hal tersebut. Mereka yang tinggal di daerah kurang beruntung secara sosial dan ekonomi memiliki risiko tinggi terinfeksi virus corona.

Tapi dilansir dari Express, orang berusia 45 tahun yang menjalin hubungan baru lebih cenderung melakukan hubungan seks tanpa kondom. Sebab, mereka berpikir risiko kehamilannya sudah rendah.

Meski begitu, para ilmuwan berpendapat mereka tetap harus mempertimbangkan risiko tertular IMS atau menyebarkan infeksi yang tidak diketahui pada pasangan seksualnya.

Hubungan Seksual Saat Hamil. (Elements Envato)
Hubungan Seksual Saat Hamil. (Elements Envato)

Dr Ian Tyndall, yang memimpin penelitian juga menyarankan orang usia 45 tahun lebih proaktif menjalani perawatan kesehatan seksual.

"Orang di atas usia 45 tahun yang paling berisiko adalah mereka yang memasuki hubungan baru setelah periode monogami, seringkali pasca-menopause, ektika kehamilan tidak lagi menjadi pertimbangan, tapi tidak terlalu memikirkan IMS," katanya.

Temuan ini juga menunjukkan bahwa kelompok dengan kelemahan sosial ekonomi, seperti tunawisma, pekerja seks, penutur bahasa non-asli, dan migran berisiko lebih besar mengalami masalah kesehatan seksual.

Klamidia jadi salah satu IMS yang perlu diwaspadai. Kebanyakan penderita klamidia tidak menunjukkan gejala apaun dan mungkin tidak tahu kalau mereka telah mengidapnya.

Umumnya, gejala klamidia termasuk nyeri saat buang air kecil, keluarnya cairan yang tak biasa, sakit perut, pendarahan setelah berhubungan seks pada wanita atau nyeri testis pada pria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Agar Hubungan Seks Lebih Hangat Malam Ini, Coba 5 Posisi yang Disukai Pria!

Agar Hubungan Seks Lebih Hangat Malam Ini, Coba 5 Posisi yang Disukai Pria!

Health | Senin, 23 November 2020 | 08:00 WIB

Seberapa Sering Pria Harus Ejakulasi? Ternyata Segini Jumlahnya

Seberapa Sering Pria Harus Ejakulasi? Ternyata Segini Jumlahnya

Health | Minggu, 22 November 2020 | 17:01 WIB

Ini Jam-jam Ideal Berhubungan Seks Berdasarkan Usia dari Pakar

Ini Jam-jam Ideal Berhubungan Seks Berdasarkan Usia dari Pakar

Kaltim | Jum'at, 20 November 2020 | 09:15 WIB

Terkini

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB