Studi: Kesepian dan Kelaparan Hasilkan Respons Serupa di Otak

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 25 November 2020 | 12:53 WIB
Studi: Kesepian dan Kelaparan Hasilkan Respons Serupa di Otak
Ilustrasi lelaki merasa kesepian (Shutterstock)

Suara.com - Otak orang kesepian merespons gambar sosial seperti otak lapar menanggapi gambar makanan. Hal ini dinyatakan dalam studi yang terbit pada Nature Neuroscience yang menunjukkan bahwa interaksi sosial mungkin sama mendasarnya dengan makanan dalam kehidupan sehari-hari.  

Melansir dari Insider, para peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Salk Institute memindai otak dari 40 orang dewasa muda yang sehat setelah 10 jam berpuasa atau dalam isolasi sosial.

Mereka menemukan bahwa setelah kesepian, respons neurologis peserta terhadap isyarat sosial mirip dengan orang lapar yang bereaksi terhadap makanan. Dalam hal ini area tertentu di otak yang terkait dengan mengidam diaktifkan.

Untuk orang yang terisolasi, gambar orang yang tertawa bersama menyebabkan reaksi area otak yang sama menyala seperti saat orang lapar melihat sepiring besar pasta.

"Hal ini menunjukkan bahwa otak menganggap interaksi sosial sebagai kebutuhan dasar, sama seperti tubuh membutuhkan makanan untuk bertahan hidup," kata Julianne Holt-Lunstad, seorang profesor psikologi dan ilmu saraf di Universitas Brigham Young yang tidak berafiliasi dengan penelitian tersebut.

"Sama seperti rasa lapar, sensasi tak menyenangkan ini memotivasi Anda untuk mencari makan dan rasa haus memotivasi untuk mencari air, sementara kesepian adalah kebutuhan biologis yang memotivasi kita untuk terhubung kembali dengan orang lain," kata Holt-Lunstad kepada Insider.

Rasa kesepian melanda usia atau periode orang tertentu. (Shutterstock)
Rasa kesepian melanda usia atau periode orang tertentu. (Shutterstock)

Namun di sisi lain, peneliti juga terkejut menemukan bahwa orang-orang yang kesepian menjadi lebih fokus pada kebutuhan bersosialiasai dan kurang reaktif terhadap kelaparan.

Saat kesepian mereka meningkat, mereka menjadi kurang responsif terhadap gambar makanan. Studi juga menunjukkan bahwa orang yang lapar kurang responsif terhadap gambar bersosialisasi.

Temuan terbaru ini menunjukkan bahwa hubungan antara makanan dan kesepian mungkin lebih rumit daripada yang kita duga. Oleh karena itu, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami cara-cara kompleks orang mengatasi kesepian.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minangkabau dalam Menyikapi Remaja yang Kecanduan Gawai

Minangkabau dalam Menyikapi Remaja yang Kecanduan Gawai

Your Say | Rabu, 25 November 2020 | 11:16 WIB

Indonesia Dulang Rp 297 Miliar dari Pajak Digital per Oktober 2020

Indonesia Dulang Rp 297 Miliar dari Pajak Digital per Oktober 2020

Tekno | Selasa, 24 November 2020 | 22:13 WIB

Program PEN Diklaim Mampu Tekan Angka Kemiskinan

Program PEN Diklaim Mampu Tekan Angka Kemiskinan

Jakarta | Selasa, 24 November 2020 | 19:00 WIB

Terkini

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

Pramono Minta Demo BEM UI di Bundaran HI Tak Anarkis: Happy-Happy Saja

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:57 WIB

Konsumsi Gas Alam Diprediksi Meroket 30 Persen, Apa Dampaknya?

Konsumsi Gas Alam Diprediksi Meroket 30 Persen, Apa Dampaknya?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Menteng Jakpus, 16 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Landa Permukiman Padat di Menteng Jakpus, 16 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Viral Audio 'Bare Minimum' dan Manga Veil: Benarkah Ekspektasi Hubungan Gen Z Ketinggian?

Viral Audio 'Bare Minimum' dan Manga Veil: Benarkah Ekspektasi Hubungan Gen Z Ketinggian?

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Soroti Pernyataan Luhut Soal Kerugian Negara, Pakar: Penjelasan Kurang Lengkap Picu Reaksi Negatif

Soroti Pernyataan Luhut Soal Kerugian Negara, Pakar: Penjelasan Kurang Lengkap Picu Reaksi Negatif

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:44 WIB

PHK Massal 8.000 Karyawan, Perusahaan Ini Beri Pesangon Rp13 Miliar

PHK Massal 8.000 Karyawan, Perusahaan Ini Beri Pesangon Rp13 Miliar

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Pertamina Patra Niaga Olah Minyak Jelantah Jadi Bioavtur, Perkuat Energi Berkelanjutan

Pertamina Patra Niaga Olah Minyak Jelantah Jadi Bioavtur, Perkuat Energi Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Laba Per Saham Naik, Emiten RATU Layak Dilirik?

Laba Per Saham Naik, Emiten RATU Layak Dilirik?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:19 WIB

Penyebab Utama Mobil Listrik China Jauh Lebih Murah Ketimbang Buatan Eropa

Penyebab Utama Mobil Listrik China Jauh Lebih Murah Ketimbang Buatan Eropa

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:10 WIB

4 Shio Diprediksi Paling Hoki Besok 28 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir

4 Shio Diprediksi Paling Hoki Besok 28 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05 WIB

×