Penting Merawat Kawat Gigi di Tengah Pandemi Covid-19, Begini Kata Dokter

Risna Halidi | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Selasa, 01 Desember 2020 | 16:23 WIB
Penting Merawat Kawat Gigi di Tengah Pandemi Covid-19, Begini Kata Dokter
Ilustrasi memakai kawat gigi (Shutterstock)

Suara.com - Di tengah pandemi Covid-19, perawatan gigi tetap harus dilakukan dengan memerhatikan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Menurut WHO hampir 75 persen negara anggota mengatakan layanan gigi terganggu seluruhnya atau sebagian selama pandemi.

Oleh sebab itu, proteksi personal untuk dokter gigi dan perawat gigi sangat penting selama pandemi. Ruangan praktek dokter gigi juga menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan selama pandemi.

Menurut drg. M. Fahrul Rozi, Sp.Ort bahwa merawat gigi itu penting termasuk bagi pasien pengguna kawat gigi (ortodonti). Jika tidak mendapatkan perawatan gigi memadai, dikhawatirkan terjadi pergerakan gigi tidak terkontrol, sehingga akan timbul penyakit mulut.

"Di tengah pandemi Covid-19 banyak pasien pengguna kawat gigi (ortodonti) yang takut mengunjungi dokter gigi karena khawatir risiko penyebaran virus, dan ini perlu menjadi perhatian khusus untuk pasien," ujar Fahrul dalam pernyataannya seperti pada siaran pers yang diterima Suara.com, Selasa (1/12/2020).

Masyarakat juga diminta tidak takut mengunjungi dokter gigi di tengah pandemi, khususnya mereka pengguna kawat gigi. Jika kurang berkonsultasi dengan dokter dan merawat gigi, maka dikhawatirkan akan menyebabkan sariawan.

Head of External Communication & Stakeholder Relation PT Kalbe Farma Tbk Hari Nugroho menerangkan pihaknya berkomitmen meningkatkan kesehatan untuk hidup yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia salah satunya melalui edukasi kesehatan mulut yang harus diperhatikan di tengah pandemi Covid-19.

"Masyarakat perlu tahu bagaimana aturan baru ketika mengunjungi dokter gigi, apa efeknya jika tidak melakukan perawatan gigi, mengetahui cara melakukan perawatan gigi di rumah serta pemilihan pengobatan jika terkena sariawan secara tepat dengan bahan alami," jelasnya.

Kata dia, pengobatan sariawan prinsipnya harus bisa mengatasi gejala dan mengatasi penyebabnya. Untuk itu dalam pengobatannya sariawan harus memerhatikan obat yang ideal dan terbuat dari bahan alami.

"Aloclair Plus merupakan obat sariawan ideal yang efektif buat lapisan pelindung untuk mengurangi nyeri, efek tahan lama, aman jika tertelan, tidak menimbulkan iritasi dan rasa perih dan mudah digunakan bagi anak-anak dan orang dewasa," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari AIDS Sedunia, WHO: Pandemi Covid-19 Perburuk Layanan Penting HIV

Hari AIDS Sedunia, WHO: Pandemi Covid-19 Perburuk Layanan Penting HIV

Health | Selasa, 01 Desember 2020 | 11:57 WIB

Panduan Ibadah Natal 2020 saat Pandemi Virus Corona di Gereja

Panduan Ibadah Natal 2020 saat Pandemi Virus Corona di Gereja

Batam | Selasa, 01 Desember 2020 | 10:12 WIB

Mereka yang Hidupnya Berubah Drastis  dan Terusir karena Covid-19

Mereka yang Hidupnya Berubah Drastis dan Terusir karena Covid-19

Video | Selasa, 01 Desember 2020 | 11:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB