alexametrics

Termasuk Pengacara, 5 Pekerjaan Ini Paling Berisiko bagi Kesehatan

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Termasuk Pengacara, 5 Pekerjaan Ini Paling Berisiko bagi Kesehatan
Ilustrasi perawat. (Shutterstock)

Setiap pekerjaan memiliki risiko masing-masing.

Suara.com - Setiap profesi atau pekerjaan hadir dengan risikonya masing-masing terhadap kesehatan. Namun ada profesi yang dianggap paling tak menyehatkan.

"Ketika sebuah perusahaan benar-benar berinvestasi pada kesejahteraan karyawannya, hampir semua pekerjaan dapat dibuat lebih sehat secara signifikan," kata L. Casey Chosewood, MD, petugas medis senior untuk program Total Worker Health di Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Melansir dari Health, berikut lima profesi paling tak menyehatkan, antara lain:

1. Petugas Pemadam Kebakaran

Baca Juga: Kemendikbud Terjemahkan Imbauan Protokol Kesehatan dalam 77 Bahasa Daerah

Profesi pemadam kebakaran memiliki tingkat cedera, penyakit, dan kematian di tempat kerja yang tinggi. Mereka juga harus siap siaga terhadap panggilan darurat.

"Lebih banyak petugas pemadam kebakaran yang benar-benar meninggal karena serangan jantung dalam pekerjaan daripada yang disebabkan karena terbakar," kata Chosewood.

2. Buruh Manual

Jam kerja yang panjang, kurang tidur, dan kebiasaan makan yang buruk di tempat kerja juga mengancam kesehatan para pekerja tanpa mesin.

Ada 65.040 kasus cedera dan sakit di kalangan buruh pada tahun 2010, angka yang lebih tinggi daripada pekerjaan lainnya.

Baca Juga: 10 Makanan Berwarna Gelap yang Bermanfaat untuk Kesehatan

3. Pengacara

Pengacara memiliki tingkat stres dan depresi yang lebih tinggi daripada masyarakat umum. Sebuah survei tahun 2007 menemukan bahwa hanya empat dari 10 pengacara yang akan merekomendasikan karier tersebut.

Ilustrasi Supir Bus. (Pixabay/Hans)
Ilustrasi Supir Bus. (Pixabay/Hans)

4. Pekerja Kesehatan

Mereka yang ditugaskan untuk menjaga kita tetap sehat seringkali memiliki risiko tinggi. Pekerja medis terutama perawat dan dokter UGD yang bekerja sesuai shift bisa menghadapi ancaman termasuk gangguan tidur, peningkatan hormon stres, dan peningkatan risiko diabetes, sindrom iritasi usus, dan penyakit jantung.

Dalam studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam Journal of Nursing Administration, sekitar 55 persen perawat yang disurvei mengalami obesitas. Mereka yang bekerja berjam-jam dan mereka yang pekerjaannya membutuhkan lebih sedikit aktivitas fisik berada pada risiko terbesar.

5. Pekerja Transportasi

Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, pengemudi bus transit dan antarkota memiliki tingkat cedera dan penyakit tertinggi dari semua pekerjaan yang diukur pada tahun 2010.

Sopir bus, truk, dan taksi harus menunggu lama di belakang kemudi, sering menghirup asap knalpot atau makan makanan cepat saji yang tidak sehat.

Masalah tidur dan kantuk di tempat kerja biasa terjadi di kalangan profesional transportasi, mereka juga dekat dengan risiko kecelakaan lalu lintas. 

Komentar