Termasuk Pengacara, 5 Pekerjaan Ini Paling Berisiko bagi Kesehatan

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 02 Desember 2020 | 19:11 WIB
Termasuk Pengacara, 5 Pekerjaan Ini Paling Berisiko bagi Kesehatan
Ilustrasi perawat. (Shutterstock)

Suara.com - Setiap profesi atau pekerjaan hadir dengan risikonya masing-masing terhadap kesehatan. Namun ada profesi yang dianggap paling tak menyehatkan.

"Ketika sebuah perusahaan benar-benar berinvestasi pada kesejahteraan karyawannya, hampir semua pekerjaan dapat dibuat lebih sehat secara signifikan," kata L. Casey Chosewood, MD, petugas medis senior untuk program Total Worker Health di Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Melansir dari Health, berikut lima profesi paling tak menyehatkan, antara lain:

1. Petugas Pemadam Kebakaran

Profesi pemadam kebakaran memiliki tingkat cedera, penyakit, dan kematian di tempat kerja yang tinggi. Mereka juga harus siap siaga terhadap panggilan darurat.

"Lebih banyak petugas pemadam kebakaran yang benar-benar meninggal karena serangan jantung dalam pekerjaan daripada yang disebabkan karena terbakar," kata Chosewood.

2. Buruh Manual

Jam kerja yang panjang, kurang tidur, dan kebiasaan makan yang buruk di tempat kerja juga mengancam kesehatan para pekerja tanpa mesin.

Ada 65.040 kasus cedera dan sakit di kalangan buruh pada tahun 2010, angka yang lebih tinggi daripada pekerjaan lainnya.

baca juga

3. Pengacara

Pengacara memiliki tingkat stres dan depresi yang lebih tinggi daripada masyarakat umum. Sebuah survei tahun 2007 menemukan bahwa hanya empat dari 10 pengacara yang akan merekomendasikan karier tersebut.

Ilustrasi Supir Bus. (Pixabay/Hans)
Ilustrasi Supir Bus. (Pixabay/Hans)

4. Pekerja Kesehatan

Mereka yang ditugaskan untuk menjaga kita tetap sehat seringkali memiliki risiko tinggi. Pekerja medis terutama perawat dan dokter UGD yang bekerja sesuai shift bisa menghadapi ancaman termasuk gangguan tidur, peningkatan hormon stres, dan peningkatan risiko diabetes, sindrom iritasi usus, dan penyakit jantung.

Dalam studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam Journal of Nursing Administration, sekitar 55 persen perawat yang disurvei mengalami obesitas. Mereka yang bekerja berjam-jam dan mereka yang pekerjaannya membutuhkan lebih sedikit aktivitas fisik berada pada risiko terbesar.

5. Pekerja Transportasi

Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, pengemudi bus transit dan antarkota memiliki tingkat cedera dan penyakit tertinggi dari semua pekerjaan yang diukur pada tahun 2010.

Sopir bus, truk, dan taksi harus menunggu lama di belakang kemudi, sering menghirup asap knalpot atau makan makanan cepat saji yang tidak sehat.

Masalah tidur dan kantuk di tempat kerja biasa terjadi di kalangan profesional transportasi, mereka juga dekat dengan risiko kecelakaan lalu lintas. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Kesehatan Mental di Masa Pandemi

Your Say | Rabu, 02 Desember 2020 | 16:23 WIB

Pasti Bisa, Begini Cara Tepat Menjaga Kesehatan Jantung

Pasti Bisa, Begini Cara Tepat Menjaga Kesehatan Jantung

Health | Rabu, 02 Desember 2020 | 13:47 WIB

5 Profesi yang Paling Dicari di Startup dan Kisaran Gajinya

5 Profesi yang Paling Dicari di Startup dan Kisaran Gajinya

Riau | Minggu, 08 November 2020 | 09:15 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×