Cuitan dr. Gia Curi Atensi, Benarkah Kafein dalam Kopi Bisa Cegah Covid-19?

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Kamis, 03 Desember 2020 | 17:31 WIB
Cuitan dr. Gia Curi Atensi, Benarkah Kafein dalam Kopi Bisa Cegah Covid-19?
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Di situasi pandemi Covid-19 saat ini, banyak cara dilakukan untuk menjaga kekebalan tubuh agar terhindar dari virus tersebut. Berbagai peneliti pun terus menguji asupan apa yang bisa memberi perlindungan dan mencegah Covid-19 menginfeksi tubuh.

Baru-baru ini, nama dr. Gia Pratama mencuri atensi warganet. Dalam cuitannya di Twitter, Kamis (3/12/2020), ia membagikan tangkapan layar sebuah jurnal penelitian yang berjudul Caffeine and caffeine-containing pharmaceuticals as promising inhibitors for 3-chymotrypsin-like protease of SARS-CoV-2.

"Kabar gembira. Kopi dalam dosis tertentu berpotensi mencegah Covid dengan cara menghambat proteasenya Virus Corona menempel pada sel kita. -Journal Biomolekuler 10/20-," tulisnya.

Ia pun melanjutkan, "untuk penderita GERD dan masalah lambung, lakukan 3M jauh lebih baik daripada minum kopi. Menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker."

Cuitannya tersebut langsung mendapat komentar dari warganet, karena banyak yang menganggap cuitannya bisa menimbulkan kesalahpahaman informasi bahkan misleading (menyesatkan).

Cuitan dr. Gia soal kopi mencegah Covid-19. (Twitter.com/@GiaPratamaMD)
Cuitan dr. Gia soal kopi mencegah Covid-19. (Twitter.com/@GiaPratamaMD)

"Ati2 ngeshare fitofarmaka dok. Yang udah sering di jurnal covid19 kaya vinegar, madu, olive oil, atau habatus sauda aja masih butuh banyak penelitian lanjutan, apalagi kafein/teofilin. Mudah2an orang2 ngeliatnya cuma buat nice to know aja yak," komentar @aan__.

"Dok, sepertinya pemilihan 'kabar gembira' dalam tweet ini dapat menghasilkan misleading, orang bisa lupa sama kata 'berpotensi' krn sudah ter sugesti hal tsb. Trims," tulis akun @8belasplus.

Perlu digarisbawahi bahwa jurnal tersebut memakai metode in silico. Dikutip dari laman The Marshall Protocol Knowledge Base, in silico adalah ungkapan yang digunakan untuk maksud "dilakukan di komputer atau melalui simulasi komputer".

Sehingga istilah in silico digunakan untuk menggambarkan eksperimen yang dilakukan dengan bantuan komputer. Metode in silico dapat digunakan untuk mengetahui interaksi antara suatu senyawa dengan molekul target, salah satunya yakni reseptor.

Penulis jurnal sendiri menyarankan untuk temuan ini perlu dilanjutkan ke penelitian in vitro, in vivo, dan validasi pengujian klinis. "In particular, the repurposing of linagliptin, and caffeine are recommended for Covid-19 treatment after in vitro, in vivo and clinical trial validation," demikian tertulis dalam jurnal.

Jadi, hasil penelitian ini tidak bisa langsung ditelan bulat-bulat maupun dijadikan pegangan untuk mengonsumsi kopi dengan tujuan khusus mencegah infeksi Covid-19.

Sebab meski potensial, saat ini temuan soal kafein ini belum sampai tahap uji klinis atau dicobakan ke manusia.

Namun di sisi lain, kafein yang terkandung dalam secangkir kopi memang dikaitkan dengan sederet manfaat kesehatan. Mulai penurunan gula darah, kesehatan hati yang lebih baik, memori yang lebih tajam, perlindungan terhadap pengembangan demensia, dan bahkan mungkin umur keseluruhan yang lebih lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kopi Dapat Mencegah Kenaikan Berat Badan dan 4 Berita Kesehatan Lainnya

Kopi Dapat Mencegah Kenaikan Berat Badan dan 4 Berita Kesehatan Lainnya

Health | Senin, 30 November 2020 | 21:13 WIB

Penelitian: Kopi Kemungkinan Dapat Mencegah Kenaikan Berat Badan

Penelitian: Kopi Kemungkinan Dapat Mencegah Kenaikan Berat Badan

Health | Senin, 30 November 2020 | 12:54 WIB

Mengapa Bisnis Kedai Kopimu Bisa Gagal? Ketahui Alasannya!

Mengapa Bisnis Kedai Kopimu Bisa Gagal? Ketahui Alasannya!

Your Say | Senin, 30 November 2020 | 11:06 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB