Vaksin Oxford Sebabkan Efek Samping Neurologis, Ketahui Fakta-faktanya!

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 04 Desember 2020 | 09:36 WIB
Vaksin Oxford Sebabkan Efek Samping Neurologis, Ketahui Fakta-faktanya!
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Vaksin Astrazeneca yang dikembangkan oleh Universitas Oxford salah satu kandidat terkuat untuk mengatasi virus corona Covid-19, selain vaksin Pfizer dan vaksin Moderna.

Tapi, kendala selama uji coba vaksin Astrazeneca menunjukkan tingkat efektivitas yang tidak benar. Bahkan uji coba sempat terhenti karena komplikasi neurologis.

Seminggu lalu, sukarelawan vaksin dari India mengaku mengalami masalah neurologis setelah mendapatkan suntikan vaksin Astrazeneca. Ia pun sampai pergi ke rumah sakit untuk mengatasi efek samping vaksin Astrazeneca tersebut.

Sementara itu dilansir dari Times of India, perusahaan farmasi yang membuat vaksin itu telah berulang kali menjamin keamanan produknya.

Karena itu, uji coba fase III vaksin virus corona sangat penting untuk menemukan efek sampingnya. Berikut ini beberapa poin penting dari uji coba vaksin Oxford.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

1. Kesalahan menentukan dosis yang tepat

Dalam proses uji coba vaksin Oxford, para ahli sempat salah memberikan dosis yang tepat dan efektif pada sukarelawannya.

Kesalahan memberikan vaksin Oxford hanya setengah dosis ini membuat para sukarelawan melaporkan efek samping dan komplikasi yang dihasilkan.

Meski demikian, kesalahan dalam memberikan dosis vaksin menyebabkan keterlambatan dan efek kesehatan yang berbahaya.

2. Tingkat kemanjuran baik

Vaksin Oxford ini memiliki banyak pro dan kontra, terutama terkait efek sampingnya. Tapi, vaksin Oxford ini tetap menjadi pilihan terbaik untuk membasmi virus corona Covid-19.

Vaksin tersebut memiliki tingkat kemanjuran yang lebih kuat dari 60%. Selain itu, vaksin Oxford juga memiliki keunggulan lain, termasuk imunogenisitas dan respon tolerabilitas, yang berarti vaksin masih dapat memberikan hasil cukup dan sesuai keinginan.

3. Hasil uji coba tahap III

Kemanan dan efek samping vaksin maupun obat perlu dipastikan dalam uji coba skala besar. Karena itu, obat dan vaksin tidak diluncurkan untuk digunakan publik sebelum melalui uji coba tahap III.

Uji coba Tahap III membantu mengidentifikasi kemungkinan masalah, efek samping dan komplikasi untuk mengukur tingkat keamanannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Vitamin dan Mineral Bisa Cegah Virus Corona?

Benarkah Vitamin dan Mineral Bisa Cegah Virus Corona?

Health | Jum'at, 04 Desember 2020 | 08:29 WIB

Tiga Mantan Presiden AS Bersedia Disorot TV Saat Suntik Vaksin Covid-19

Tiga Mantan Presiden AS Bersedia Disorot TV Saat Suntik Vaksin Covid-19

News | Jum'at, 04 Desember 2020 | 08:35 WIB

IDI Makassar Dukung Dokter Anak: Sekolah Tidak Buka Sampai Ada Vaksin Covid

IDI Makassar Dukung Dokter Anak: Sekolah Tidak Buka Sampai Ada Vaksin Covid

Sulsel | Kamis, 03 Desember 2020 | 16:54 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB