Deteksi Kanker Serviks, Seberapa Sering Wanita Harus Jalani Pap Smear?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 04 Desember 2020 | 11:40 WIB
Deteksi Kanker Serviks, Seberapa Sering Wanita Harus Jalani Pap Smear?
Vagina, organ intim, miss V (Pixabay/silviarita)

Suara.com - Kanker serviks adalah jenis kanker paling umum kedua pada wanita antara kelompok usia 15 dan 44 tahun. Sayangnya, kesadaran wanita akan kanker serviks ini masih kurang.

Padahal kanker serviks adalah penyakit yang bisa dicegah dengan tingkatan fase pra-ganas yang panjang dan bisa dideteksi dengan mudah dengan tes skrining rutin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan vaksinasi, skrining dan pengobatan bisa membantu mengurangi lebih dari 40 persen kasus baru dan 5 juta kematian akibat kanker serviks pada tahun 2050 mendatang.

Salah satu tes skrining yang digunakan untuk mendeteksi kanker serviks adalah pap smear. Pap smear adalah tes skrining yang digunakan untuk mendeteksi proses pertumbuhan yang berpotensi prakanker dan kanker di saluran endoserviks.

Caranya dilansir dari Times of India, dokter akan mengeluarkan sekelompok sel dari leher rahim seseorang menggunakan alat seperti spatula untuk mencari perubahan pada sel-sel leher rahim.

Ilustrasi vagina, pap smear (Pixabay/LJNovascotia)
Ilustrasi vagina, pap smear (Pixabay/LJNovascotia)

Pap smear membantu mendiagnosis perubahan sel akibat kanker, prakanker, human papillomavirus (HPV), peradangan atau infeksi.

Menurut rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), semua wanita kelompok usia 21 hingga 65 tahun harus menjalani tes pap smear secara berkala.

Tapi, National Institutes of Health (NIH) merekomendasikan bahwa anak perempuan di bawah usia 21 tahun harus menahan diri dari pap smear.

Selain itu, NIH juga menyarankan bahwa wanita di atas usia 65 tahun tidak boleh melakukan pap smear kecuali dalam kondisi tertentu, seperti kondisi kesehatan yang tidak normal atau peningkatan faktor risiko kanker.

Namun, wanita menopause dan postmenopause harus tetap menjalani tes pap smear atau HPV. Wanita yang telah menjalani histerektomi total untuk kondisi non-kanker dan tidak memiliki riwayat prakanker sebelumnya mungkin bisa mengehntikan skrining pap smear, tergantung pada riwayat medis dan risiko tertular HPV.

Meski begitu, semua orang tidak boleh lupa bahwa skrining adalah cara terbaik untuk mendeteksi kondisi pra-kanker yang bisa menyebabkan kanker serviks. Kanker serviks bisa disembuhkan jika terdeteksi tepat waktu.

Berikut ini jadwal tes pap smear yang disarankan para ahli sesuai dengan golongan usianya.

  1. Usia 21-29 tahun: idealnya melakukan pap smear dengan jeda 3 tahun sejak usia 21 tahun.
  2. Usia 30-65 tahun: lebih baik melakukan tes pap smear sesuai anjuran dokter. Jika Anda memilih tes pap smear tunggal, biasanya jeda untuk tes kembali 3 tahun. Jika Anda mengambil tes gabungan, maka jeda untuk tes lagi 5 tahun.

Jika Anda mengalami menstruasi saat janji temu untuk pap smear, Anda harus konsultasi dengan dokter bisa dilanjutkan atau tidak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Percaya Bisa Tingkatkan Libido, Wanita Ini Menjemur Vagina Setiap Hari

Percaya Bisa Tingkatkan Libido, Wanita Ini Menjemur Vagina Setiap Hari

Health | Kamis, 03 Desember 2020 | 14:21 WIB

Vagina Kendur Pascamelahirkan, Bisakah Kembali Normal?

Vagina Kendur Pascamelahirkan, Bisakah Kembali Normal?

Health | Selasa, 01 Desember 2020 | 13:42 WIB

5 Kebiasaan yang Bisa Ganggu Kesehatan Vagina, Apa Saja?

5 Kebiasaan yang Bisa Ganggu Kesehatan Vagina, Apa Saja?

Kaltim | Senin, 30 November 2020 | 18:51 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB