Vagina Kendur Pascamelahirkan, Bisakah Kembali Normal?

Vania Rossa | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Selasa, 01 Desember 2020 | 13:42 WIB
Vagina Kendur Pascamelahirkan, Bisakah Kembali Normal?
Ilustrasi vagina kendur. (Shutterstock)

Suara.com - Vagina kendur umum dialami perempuan pascamelahirkan secara normal. Terlebih, jika bayi lahir dengan bobot di atas rata-rata, atau lebih dari 4 kilogram.

Dokter Spesialis Obstetri & Ginekologi, Konsultan Uroginekologi Rekonstruksi, dr Fernandi Moegni, Sp. OG(K), tak memungkiri bahwa vagina kendur tergantung bayinya besar atau tidak.

“Jadi memang secara logika kalau ibu hamil melahirkan bayi besar 4 kg, vagina itu akan distrack, tapi kalau besarnya cukup-cukup maksimal 3 kilo aja ya tidak terlalu berpengaruh,” ujar Fernandi dalam pernyataannya secara virtual, Senin (30/1/2020).

Kendati begitu, sebaiknya hal ini menjadi perhatian para ibu. Ini bisa diperiksakan paling tidak setelah tiga bulan melahirkan atau enam bulan, apakah vagina benar-benar kendur atau tidak. Makanya ibu-ibu disarankan untuk latihan kegel dan terapi lainnya untuk melatih dan memperkuat otot vagina.

“Paling umum latihan mengontraksikan otot bawah atau latihan kegel, sampai sekarang masih efektif. Biasanya para fisioterapi sanggup mengajarkan dengan tepat supaya kita tidak salah dalam mengerutkan otot vagina,” jelasnya.

Dia mengingatkan, latihan kegel untuk mengencangkan kembali otot bawah membutuhkan komitmen yang panjang dan harus dilakukan rutin agar membuahkan hasil. Menurutnya, latihan paling tidak harus dilakukan selama tiga bulan.

Selain itu, otot vagina dikatakan kendur hanya bisa diketahui dengan pemeriksaan ke dokter. Tetapi untuk memastikan apakah latihan kegel telah berjalan efektif, ia membagikan cara paling sederhana untuk mengetahuinya.

“Kalau paling simpel bisa dilakukan sendiri. tapi harus cukup berani. Setelah cuci tangan, coba dimasukan sedikit jari ke vagina. Lalu coba kerutkan otot vagina, kalau jari merasa terjepit, artinya sudah benar. Itu cara paling mudah dan sederhana,” bebernya.

Dia juga menerangkan dampak dari otot vagina yang mengendur biasanya baru akan terasa sekitar 5-10 tahun pascamelahirkan. Gejala utama yang dirasakan adalah rasa tidak nyaman saat bersin atau batuk, dan bisa mengakibatkan urin sedikit keluar.

“Semua bisa balik ke normal, tapi itu hati-hati kalau bayinya besar. Saat itu mungkin gak ada keluhan, tapi di masa mendatang ada beberapa masalah, jadi kalau batuk, bersin, dan ketawa nanti bisa keluar air urine,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Kebiasaan yang Bisa Ganggu Kesehatan Vagina, Apa Saja?

5 Kebiasaan yang Bisa Ganggu Kesehatan Vagina, Apa Saja?

Kaltim | Senin, 30 November 2020 | 18:51 WIB

Psikosis Postpartum, Depresi Pasca Persalinan yang Paling Gawat!

Psikosis Postpartum, Depresi Pasca Persalinan yang Paling Gawat!

Health | Senin, 30 November 2020 | 17:00 WIB

Pakai Sabun atau Pembersih Organ Intim, Ini 5 Tips Sehat Bersihkan Vagina

Pakai Sabun atau Pembersih Organ Intim, Ini 5 Tips Sehat Bersihkan Vagina

Health | Selasa, 24 November 2020 | 20:50 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB