Bimbang Izinkan Anak Sekolah Tatap Muka atau Tidak? Ini Masukan Dokter Anak

Risna Halidi

Jum'at, 04 Desember 2020 | 17:51 WIB
Bimbang Izinkan Anak Sekolah Tatap Muka atau Tidak? Ini Masukan Dokter Anak
Ilustrasi sekolah tatap muka (Suara.com/Anang Firmansyah)

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan keputusan untuk mengizinkan sekolah tatap muka mulai Januari 2021 mendatang.

Mengacu keputusan tersebut, orangtua dituntut memiliki kesiapan yang matang untuk mempersiapkan secara menyeluruh aspek kesehatan yang dibutuhkan anak sebelum kembali ke sekolah.

Salah satu kekhawatiran yang muncul bagi masyarakat, dan menjadi pertanyaan utama adalah apakah kita sudah siap mengirim kembali anak ke sekolah?

Lalu, apa yang perlu dipersiapkan dan bagaimana sekolah tatap muka jika vaksin belum juga ditemukan?

Berbicara dalam acara Lifepack & Jovee beberapa waktu lalu, dr. Ajeng Indriastari, Sp.A sebagai dokter spesialis anak mengungkapkan perlunya pertimbangan dan persiapan matang sebelum memutuskan sekolah tatap muka.

Dokter Ajeng juga menyadari banyaknya pro dan kontra mengenai isu sekolah tatap muka pada 2021. Namun di satu sisi, pembelajaran jarak jauh telah membuat anak-anak merasa jenuh.

"Bisa dikatakan hanya efektif pada 15 menit pertama pembelajaran dimulai, selebihnya anak-anak akan terdistraksi dengan kegiatan lainnya. Namun di sisi lain, orangtua merasa aman sekolah di rumah untuk menghindari virus corona karena penyebaran virus ini tidak main-main dan sangat mengkhawatirkan," kata dokter Ajeng melalui siaran pers yang diterima Suara.com, Jumat (4/12/2020).

Berdasarkan data terkini dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), proporsi anak-anak terinfeksi virus corona Covid-19 sebesar 11,3 persen. Selain itu, Jurnal dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan risiko anak terkena virus corona lebih rendah 20 kali dari kelompok usia tua.

Meski risiko anak terkena terinfeksi Covid-19 lebih rendah, kata dokter Ajeng, bukan berarti kewaspadaan hilang. Apalagi anak-anak tetap memiliki risiko terinfeksi dan menginfeksi ke orang lain.

baca juga

Kata dokter Ajeng, beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk memulai sekolah tatap muka adalah;

Pertama, komitmen seluruh pihak untuk memutus rantai penularan. Pemerintah khususnya pemerintah daerah harus menyiapkan aturan protokol kesehatan yang ketat untuk sekolah dengan menyiapkan regulasi bahwa tingkat pendidikan sekolah apa yang akan dibuka.

"Jika tingkat pendidikan SMA hingga Universitas mungkin bisa diterapkan aturan dengan baik. Justru yang mengkhawatirkan adalah jika dibukanya tatap muka untuk tingkat SD dan SMP," tambahnya.

Kedua, sekolah juga perlu menyiapkan aturan dan Sumber Daya Manusia yang siap. Selain proses screening dan penerapan protokol kesehatan yang ketat dari mulai suhu tubuh hingga menerapkan 3M, sekolah juga perlu mengatur jumlah siswa yang akan masuk di dalam kelas.

"Kapasitas bisa dikurangi hingga 25 persen saja yang bisa belajar di kelas, hal ini penting untuk menjaga jarak bagi setiap anak di kelas."

Ketiga, guru juga harus berperan aktif sebagai petugas kesehatan yang sigap. Selain itu, pihak sekolah juga bisa maksimalkan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), isi stok obat-obatan generik, bahkan jika perlu siapkan petugas medis seperti dokter yang bertugas di sekolah.

"Namun, setiap sekolah pasti memiliki kapasitas yang berbeda. Maka dari itu, pemanfaatan layanan telemedicine untuk berkonsultasi dengan dokter serta layanan apotek digital dapat menjadi alternatif solusi bagi sekolah," tambahnya.

Selain itu, untuk mempersiapkan anak kembali ke sekolah, penting bagi orangtua untuk memerhatikan dan menjaga sistem imun agar anak-anak tidak rentan terkena paparan virus.

Menjaga sistem imun bisa didapatkan dengan mengonsumsi multivitamin untuk menjaga sistem imun tubuh yang mengandung antioksidan tinggi.

Tidak hanya itu, kegiatan belajar juga memerlukan asupan baik bagi kesehatan otak dan saraf anak-anak agar terhindar dari paparan radikal bebas, serta bantu menjaga pembentukan dan fungsi otak sehingga dapat meningkatkan performa belajar pada anak.

Untuk mendapatkan asupan tersebut yang perlu diperhatikan adalah asupan Omega 3 dari minyak ikan yang baik, terdiri dari EPA dan DHA, yang seluruhnya bisa didapatkan dengan mengonsumsi produk seperti Smart Kids dari Jovee.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Percobaan Sekolah Tatap Muka, 27 Siswa SMKN Jateng Terpapar Covid-19

Jadi Percobaan Sekolah Tatap Muka, 27 Siswa SMKN Jateng Terpapar Covid-19

Jawa Tengah | Jum'at, 04 Desember 2020 | 14:54 WIB

Masya Allah, Anak SMA Ini Sebrangi Sungai dengan Ekskavator demi Sekolah

Masya Allah, Anak SMA Ini Sebrangi Sungai dengan Ekskavator demi Sekolah

Sumsel | Jum'at, 04 Desember 2020 | 10:15 WIB

Anak Harus Kembali Belajar di Sekolah, Pertimbangkan Dulu Hal Ini

Anak Harus Kembali Belajar di Sekolah, Pertimbangkan Dulu Hal Ini

Health | Kamis, 03 Desember 2020 | 19:35 WIB

Terkini

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:38 WIB

Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara

Dituding Gelapkan Rp5,7 Miliar, Influencer Malaysia Aisar Khaled Buka Suara

Entertainment | Rabu, 16 September 2026 | 08:32 WIB

Visual Sinematik hingga Plot Twist Mengejutkan, Ini Alasan Iklan ShopeeVIP+  Ditonton 6 Juta Kali

Visual Sinematik hingga Plot Twist Mengejutkan, Ini Alasan Iklan ShopeeVIP+ Ditonton 6 Juta Kali

News | Rabu, 16 September 2026 | 08:30 WIB

Tampil Apik Saat Ajax Gunduli Nathan Tjoe-A-On Cs, Maarten Paes Dapat Kabar Bahagia

Tampil Apik Saat Ajax Gunduli Nathan Tjoe-A-On Cs, Maarten Paes Dapat Kabar Bahagia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:17 WIB

Cara Memilih Krim Pagi yang Aman untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 6 Hal Ini

Cara Memilih Krim Pagi yang Aman untuk Kulit Sensitif, Perhatikan 6 Hal Ini

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:15 WIB

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

Berpegangan pada Tabung LPG 3 Kg, Lima ABK KM Virgo Bertahan 9 Jam di Tengah Laut Jawa

News | Rabu, 16 September 2026 | 08:11 WIB

Bobotoh Serbu Seoul, Marc Klok: Hormat Setinggi-tingginya, Kami Membawa Nama Indonesia

Bobotoh Serbu Seoul, Marc Klok: Hormat Setinggi-tingginya, Kami Membawa Nama Indonesia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:07 WIB

Kabut Asap Kiriman dari Selatan Diklaim Perburuk Kualitas Udara di Riau

Kabut Asap Kiriman dari Selatan Diklaim Perburuk Kualitas Udara di Riau

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:06 WIB

Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Investor Soroti Kepastian Investasi Indonesia

Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Investor Soroti Kepastian Investasi Indonesia

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:01 WIB

Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien

Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 08:00 WIB

×