Diabetes Jadi Risiko Tinggi Keparahan Covid-19, Begini Penjelasannya

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Minggu, 06 Desember 2020 | 08:16 WIB
Diabetes Jadi Risiko Tinggi Keparahan Covid-19, Begini Penjelasannya
Ilustrasi Covid-19. (Pixabay/geralt)

Suara.com - Sebuah studi dari King's College, London, menemukan bahwa pasien yang memiliki kondisi retinopati diabetik menghadapi risiko rawat inap akibat Covid-19 yang lebih tinggi. Mereka juga lima kali lebih mungkin membutuhkan dukungan ventilator.

Melansir dari Times of India, retinopati ditandai dengan kerusakan pembuluh darah di sekitar mata yang merupakan komplikasi umum dari diabetes tipe 1 dan tipe 2. Dalam banyak kasus, kerusakan pembuluh darah juga dapat menyebabkan kerusakan organ di bagian tubuh lain.

Dengan kasus retonoplati diabeteik, para ahli menyelidiki sebesar apa pengaruh kadar gula darah atau diabates pada keparahan Covid-19.

Ketika seseorang menderita diabetes maka tidak hanya mempengaruhi kadar glukosa darah tubuh tetapi juga mengganggu tingkat produksi insulin dalam tubuh. Hal ini yang membuat komplikasi dapat berlangsung lama, terutama pada kekebalan.

Ilustrasi suntik insulin. (Shutterstock)
Ilustrasi suntik insulin. (Shutterstock)

Orang dengan kadar gula darah tinggi bisa menyulitkan tubuh untuk memanfaatkan nutrisi untuk pertahanan kekebalan dalam melindungi tubuh dari beberapa infeksi dan mempercepat penyembuhan. 

"Untuk pasien dengan kadar gula darah yang tidak terkelola, menjaga kekebalan dan mencegah risiko infeksi bisa menjadi situasi yang rumit," kata Dr Snehal Tanna, Ahli Diabetes & Spesialis Kaki Diabetik di Rumah Sakit Jupiter

"Bahkan bagi mereka yang memiliki kendali yang baik atas kadar gula mereka, serangan kecil infeksi bisa berarti peningkatan stres yang mengakibatkan kadar glukosa tinggi. Hal ini yang mendasari komorbiditas dalam menghadapi Covid-19," imbuhnya.

Dokter Bharat Agarwal, Konsultan, Penyakit Dalam, Rumah Sakit Apollo, Navi Mumbai menambahkan bahwa diabetes tidak hanya menurunkan kekebalan, tetapi juga meningkatkan faktor risiko perkembangan infeksi sekunder.

"Diabetes adalah kondisi penekan kekebalan yang berarti menurunkan kekebalan Anda. Kondisi ini juga dapat mengundang penyakit lain dan mempersulit melawan kuman mematikan seperti Covid-19," kata dokter Agarwal.

baca juga

"Apa yang juga kami lihat adalah bahwa penderita diabetes juga memiliki fenomena vaskular yang mendasari, sehingga mereka rentan terhadap masalah seperti penyimpangan kardiovaskular, penurunan pernapasan, penyakit paru-paru kronis yang menambah risiko dan membuat pemulihan dari infeksi jauh lebih sulit," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Terima Rp17 M, Mensos Juliari Jadi Tersangka Suap Bansos Covid-19

Diduga Terima Rp17 M, Mensos Juliari Jadi Tersangka Suap Bansos Covid-19

Jawa Tengah | Minggu, 06 Desember 2020 | 07:27 WIB

Jadi Tersangka Korupsi Bansos Covid, Mensos Menyerahkan diri Ke KPK

Jadi Tersangka Korupsi Bansos Covid, Mensos Menyerahkan diri Ke KPK

Foto | Minggu, 06 Desember 2020 | 05:57 WIB

Jelang Natal, Toko dan Restoran Inggris Telah Dibuka

Jelang Natal, Toko dan Restoran Inggris Telah Dibuka

Video | Minggu, 06 Desember 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

×