Ahli Sebut Reaksi Alergi Vaksin Covid-19 Hanya Berlangsung Singkat

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 12 Desember 2020 | 15:03 WIB
Ahli Sebut Reaksi Alergi Vaksin Covid-19 Hanya Berlangsung Singkat
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Vaksin Covid-19 bisa menyebabkan reaksi alergi, tetapi biasanya jarang terjadi dan hanya berlangsung singkat. Pejabat kesehatan Inggris pun sedang mempelajari laporan reaksi alergi pada dua orang yang menerima vaksin Pfizer virus corona Covid-19.

Para ahli pun mengatakan bahwa reaksi alergi bisa terjadi akibat banyak vaksin dan kejadian itu tidak terduga.

Dalam studi Pfizer-BioNTech terhadap 42 ribu orang, menunjukkan hasil hampir sama pada mereka yang mendapatkan vaksin Covid-19 dan mereka yang mendapatkan suntikan tiruan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) yang memeriksa data keamanan penelitian menemukan bahwa 137 atau 0,63 persen dari penerima vaksin Pfizer melaporkan gejala yang menunjukkan reaksi alergi, dibandingkan dengan 111 atau 0,51 persen pada kelompok plasebo.

Sebuah studi tahun 2015 di Amerika Serikat yang meneliti tingkat anafilaksis, yakni rekasi alaergi parah dan mengancam jiwa menemukan bahwa reaksi itu terjadi sekitar 1 kali per 1 juta dosis vaksin Pfizer.

Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Studi tersebut mengevalusi anak-anak dan orang dewasa yang mendapat vaksin Pfizer untuk melawan berbagai penyakit, termasuk polio, campak dan meningitis.

"Pada kelompok umum, mereka tidak perlu cemas untuk mendapatkan vaksinasi," kata Stephen Evans, seorang ahli vaksin di London School of Hygiene and Tropical Medicine dikutip dari Times of India.

Penyebab terjadinya reaksi alergi

Ilmuwan mengatakan orang bisa peka terhadap komponen dalam suntikan vaksin Covid-19, seperti gelatin, protein telur atau vaksin itu sendiri. Orang dengan alergi telur terkadang disarankan tidak mendapatkan vaksinasi flu, karena vaksin itu kebanyakan ditanam pada telur ayam.

Gejala umum dari reaksi alergi termasuk ruam, iritasi kulit, batuk atau kesulitan bernapas. Tapi, bahan yang terkandung dalam vaksin virus corona Covid-19 Pfizer tidak bisa diungkapkan kepada publik.

Vaksin ini menggunakan teknologi baru dan dilapisi dengan nanopartikel lipid yang telah digunakan dalam obat-obatan.

Dr. Ashish Jha, dekan sekolah kesehatan masyarakat Brown University, mengatakan beberapa orang bereaksi terhadap hampir semua obat atau vaksin. Kuncinya adalah reaksi alergi terhadap vaksin lebih umum atau justru lebih parah.

Namun, sejauh ini nampaknya vaksin virus corona tidak menyebabkan reaksi alergi yang parah. Biasanya efek samping yang paling umum dari banyak vaksin termasuk lengan sakit karena suntikan, demam, dan nyeri otot. Pada vaksin Pfizer, efek sampingnya bisa berupa kelelahan, sakit kepala, dan kedinginan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Akan Jadi Bisnis Andalan yang Rawan Dimonopoli

Vaksin Akan Jadi Bisnis Andalan yang Rawan Dimonopoli

Bisnis | Sabtu, 12 Desember 2020 | 13:33 WIB

Bolehkah Wanita Hamil Mendapatkan Vaksin Covid-19?

Bolehkah Wanita Hamil Mendapatkan Vaksin Covid-19?

Health | Sabtu, 12 Desember 2020 | 09:56 WIB

Apa Saja Tantangan Vaksin Covid-19 Jika Mulai Dipakai?

Apa Saja Tantangan Vaksin Covid-19 Jika Mulai Dipakai?

Video | Sabtu, 12 Desember 2020 | 12:10 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB