Bolehkah Wanita Hamil Mendapatkan Vaksin Covid-19?

Yasinta Rahmawati

Sabtu, 12 Desember 2020 | 09:56 WIB
Bolehkah Wanita Hamil Mendapatkan Vaksin Covid-19?
Ilustrasi ibu hamil. (sumber: visualphotos)

Suara.com - Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Alex Azar, mengatakan FDA berencana untuk mengesahkan vaksin Pfizer, dan suntikan pertama dapat diberikan pada awal 14 atau 15 Desember.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pun telah mengadopsi rekomendasi untuk memberikan vaksin pertama kali pada petugas kesehatan dan dan orang-orang yang secara klinis sangat rentan tertular virus.

Tapi bagaimana dengan wanita hamil?

Sebuah studi Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) menemukan bahwa wanita hamil juga mengalami peningkatan risiko penyakit parah akibat Covid-19, meskipun lebih sedikit daripada kelompok berisiko tinggi lainnya.

Studi tersebut menemukan bahwa orang hamil lebih mungkin dirawat di unit perawatan intensif (ICU), menerima ventilasi invasif dan oksigenasi membran ekstrakorporeal (penggunaan paru-paru buatan yang terletak di luar tubuh yang memasukkan oksigen ke dalam darah), dan berada di peningkatan risiko kematian dibandingkan orang yang tidak hamil.

Dilansir dari Healh, CDC juga telah memperingatkan bahwa orang hamil dengan Covid-19 mungkin pada peningkatan risiko untuk hasil yang merugikan lainnya, seperti kelahiran prematur.

Ilustrasi wanita hamil.[Pexels/Leah Kelley]
Ilustrasi wanita hamil.[Pexels/Leah Kelley]

Tapi, wanita hamil belum terlibat aktif dalam uji klinis tahap akhir untuk vaksin Covid-19 mana pun, termasuk vaksin Pfizer dan Moderna. Kurangnya data ini berarti bahwa meskipun vaksin tersebut diizinkan oleh FDA untuk digunakan di AS, vaksin tersebut tidak akan direkomendasikan untuk wanita hamil.

Pada 2 Desember, Komite Penasihat untuk Praktik Imunisasi (ACIP), dewan penasihat independen CDC, juga mencatat bahwa saat ini tidak ada data tentang keamanan dan kemanjuran vaksin Covid-19 pada orang hamil atau menyusui untuk menginformasikan rekomendasi vaksin.

Sherry Ross , MD, OB / GYN dan pakar kesehatan wanita di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California, mengatakan tidak ada cukup penelitian medis untuk memastikan bahwa wanita hamil dan bayi mereka yang belum lahir aman dari efek berbahaya apa pun dari vaksin Covid-19.

baca juga

"Pada titik ini, terlalu banyak ketidakpastian tentang keamanan vaksin Covid-19 dan wanita hamil," ujarnya.

Sehingga, hingga kini cara terbaik untuk melindungi wanita hamil agar tidak tertular virus corona Covid-19 adalah dengan mengikuti saran CDC. Yakni mempraktikkan jarak sosial, menghindari pertemuan di dalam ruangan dan memakai masker yang berlaku untuk semua orang, bukan hanya wanita hamil itu sendiri.

"Mengurangi kasus Covid-19 pada populasi umum masih merupakan strategi paling cerdas untuk melindungi wanita hamil dari virus yang tidak dapat diprediksi dan berpotensi mematikan ini," kata Dr. Ross.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Misinformasi, Google Tambahkan Panel Baru Tentang Vaksin Covid-19

Cegah Misinformasi, Google Tambahkan Panel Baru Tentang Vaksin Covid-19

Tekno | Sabtu, 12 Desember 2020 | 09:05 WIB

4 Sukarelawan Uji Klinis Vaksin Pfizer Mengembangkan Bell's Palsy

4 Sukarelawan Uji Klinis Vaksin Pfizer Mengembangkan Bell's Palsy

Health | Sabtu, 12 Desember 2020 | 08:17 WIB

Muncul Petisi Minta Jokowi Gratiskan Vaksin Covid-19 Untuk Semua Masyarakat

Muncul Petisi Minta Jokowi Gratiskan Vaksin Covid-19 Untuk Semua Masyarakat

Health | Jum'at, 11 Desember 2020 | 20:22 WIB

Terkini

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

×