Terlalu Lama Bohong Tentang Sinterklas Bisa Rusak Kepercayaan Anak, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Sabtu, 12 Desember 2020 | 18:15 WIB
Terlalu Lama Bohong Tentang Sinterklas Bisa Rusak Kepercayaan Anak, Kenapa?
Ilustrasi sinterklas. (Shutterstock)

Suara.com - Perayaan Natal mungkin terasa kurang lengkap tanpa mengikutsertakan kehadiran Sinterklas. Bercerita mengenai Sinterklas membagi-bagikan hadiah saat malam Natal, seringkali dilakukan para orangtua kepada anak-anaknya.

Namun, Psikolog anak mengingatkan, orangtua harus memberikan penjelasan bahwa Sinterklas hanya tokoh fiktif saat usia anak sudah lebih besar.

Psikolog anak Dr Amanda Gummer dari Good Play Guide Dr Gummer mengatakan waktu yang tepat untuk memberi tahu tentang kebenaran Sinterklas adalah saat anak kelas 6 SD atau sekitar usia 10 atau 11 tahun.

"Banyak orangtua merasa bahwa menyekolahkan anak ke sekolah menengah, yang masih percaya dapat menyebabkan perundungan, jadi Natal tahun ke-enam adalah saat yang tepat jika mereka masih percaya (sinterklas)," kata Gummer dikutip dari Mirror.

Ilustrasi Sinterklas atau Santa Claus. (Shutterstock)
Ilustrasi Sinterklas atau Santa Claus. (Shutterstock)

Ia juga memperingatkan tentang bahaya terus menerus berbohong kepada anak-anak tentang Sinterklas. 

"Penting agar anak-anak mempercayai orangtua dan mempercayai apa yang dikatakan kepada mereka. Jadi jika Anda menyimpan mitos terlalu lama, ada bahaya bahwa akan merusak kredibilitas Anda dengan mereka yang dapat merusak hubungan Anda saat mereka tumbuh dewasa," jelasnya.

Jika berencana menjelaskan yang sebenarnya kepada anak-anak, Gummer mengatakan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan dengan menunggu sampai anak bertanya kemudian menanyakan pendapatnya.

"Lebih mudah untuk mengonfirmasi kecurigaan yang sudah mereka miliki daripada menyampaikan berita kepada mereka secara tiba-tiba," katanya.

Tetapi pastikan untuk memberi tahu mereka bahwa pesan-pesan Natal, seperti kebaikan dan kepedulian, semuanya masih berlaku.

baca juga

"Coba jelaskan bahwa anak kecil perlu mempelajari pelajaran tentang menjadi baik hati dan Sinterklas adalah cara membantu mereka mempelajari pelajaran tersebut dengan cara yang menyenangkan," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral hingga Tuai Simpati, Video Cowok Ditinggal Nikah Ternyata Bohong?

Viral hingga Tuai Simpati, Video Cowok Ditinggal Nikah Ternyata Bohong?

Jogja | Jum'at, 11 Desember 2020 | 17:51 WIB

Sambut Natal Sinterklas di Tokyo Berenang Bersama Ikan di Akuarium

Sambut Natal Sinterklas di Tokyo Berenang Bersama Ikan di Akuarium

Foto | Jum'at, 11 Desember 2020 | 15:32 WIB

Dear Parents, Ini Cara Jaga Hubungan Dengan Anak di Tengah Pandemi

Dear Parents, Ini Cara Jaga Hubungan Dengan Anak di Tengah Pandemi

Health | Rabu, 09 Desember 2020 | 19:10 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

×