Inggris Imbau Orang-Orang Ini Jangan Buru-Buru Akses Vaksin Covid-19 Pfizer

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Senin, 14 Desember 2020 | 14:36 WIB
Inggris Imbau Orang-Orang Ini Jangan Buru-Buru Akses Vaksin Covid-19 Pfizer
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Suara.com - Regulator obat Inggris mengeluarkan pedoman baru setelah dua staf NHS (Sistem Layanan Kesehatan Inggris) dengan riwayat alergi parah mengalami reaksi buruk setelah menerima vaksin Covid-19 Pfizer.

Melansir The Sun, di Inggris orang-orang yang paling berisiko terkena virus corona didorong untuk mendapat vaksin Covid-19 terlebih dahulu.

Orang-orang tersebut termasuk mereka berusia di atas 80 tahun yang dirawat di rumah sakit atau memiliki janji ke rumah sakit dalam beberapa minggu mendatang, dan pekerja medis (baik di rumah sakit maupun rumahan).

NHS pun menyarankan beberapa kelompok tertentu untuk menunda mendapatkan vaksin Covid-19 Pfizer, yaitu:

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

1. Orang dengan alergi parah

Kepala regulator obat Inggris mengatakan orang dengan riwayat reaksi alergi parah terhadap vaksin atau makanan tidak boleh mendapatkan vaksin Pfizer.

"Setiap orang dengan riwayat anafilaksis (reaksi alergi parah) terhadap vaksin, obat atau makanan tidak boleh menerima vaksin Pfizer/BioNTech," kata June Raine, kepala eksekutif dari Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan (MHRA).

"Dosis kedua tidak boleh diberikan kepada siapa pun yang mengalami anafilaksis setelah pemberian dosis pertama vaksin ini," sambungnya.

2. Wanita hamil

baca juga

NHS menyarankan wanita hamil untuk menunggu sampai mereka melahirkan untuk mendapatkan suntikan Covid-19.

Wanita yang berencana untuk hamil juga harus menunggu selama dua bulan. Mereka baru bisa hamil setelah mendapatkan dosis kedua vaksin.

Ibu yang menyusui harus menunggu sampai mereka selesai memberi ASI sebelum mendapatkan vaksin. Apabila sudah terlanjur mendapat dosis pertama, ia harus menunggu selesai menyusui sebelum mendapatkan dosis kedua.

Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

3. Anak-anak di bawah 16 tahun

Saat ini data vaksinasi pada anak-anak sangat terbatas karena mereka tidak dimasukkan ke dalam uji klinis.

JCVI menyarankan hanya anak-anak yang berisiko tinggi terpapar atau mengalami Covid-19 parah apabila terinfeksi virus corona untuk mendapatkan vaksin. Namun, ini harus didiskusikan terlebih dahulu dengan orang tua mereka.

"Saat uji coba pada anak-anak dan wanita hamil selesai, kami akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang keamanan dan efektivitas vaksin pada kelompok ini," papar JCVI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter-dokter IDI Siap Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin

Dokter-dokter IDI Siap Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin

News | Senin, 14 Desember 2020 | 13:52 WIB

Simpang Siur Harga Vaksin COVID-19, Kemenkes Minta Masyarakat Sabar

Simpang Siur Harga Vaksin COVID-19, Kemenkes Minta Masyarakat Sabar

Health | Senin, 14 Desember 2020 | 13:50 WIB

Bangladesh Hingga India Gratiskan Vaksin Virus Corona

Bangladesh Hingga India Gratiskan Vaksin Virus Corona

Jogja | Senin, 14 Desember 2020 | 13:23 WIB

Terkini

Timnas Indonesia Wajib Pesta Gol Lawan Bangladesh Demi Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Wajib Pesta Gol Lawan Bangladesh Demi Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.581.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2.581.000/Gram

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:58 WIB

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh, Trio Penyerang Ganas Memanas

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh, Trio Penyerang Ganas Memanas

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Puluhan Dokter Muda Resmi Ditempatkan di Pekanbaru dan Kuansing

Puluhan Dokter Muda Resmi Ditempatkan di Pekanbaru dan Kuansing

Riau | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Minum Obat Hipertensi Bikin Ginjal Rusak? Profesor Jantung: Salah Kaprah Mendarah Daging

Minum Obat Hipertensi Bikin Ginjal Rusak? Profesor Jantung: Salah Kaprah Mendarah Daging

Health | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Rupiah Kembali Loyo Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Rupiah Kembali Loyo Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasokan Timur Tengah Mulai Pulih

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasokan Timur Tengah Mulai Pulih

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

×