CDC Buat Panduan Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin Covid-19

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 16 Desember 2020 | 14:03 WIB
CDC Buat Panduan Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin Covid-19
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Suara.com - Semua jenis vaksin pasti memiliki efek samping, tak terkecuali vaksin Covid-19. Tapi, efek samping vaksin biasanya ringan dan tergolong singkat. Pusat Pengendalian dan Perlindungan Penyakit (CDC) pun membuat panduan baru untuk mengelola efek samping vaksin Covid-19

"Anda mungkin mengalami beberapa efek samping yang merupakan tanda normal tubuh sedang membangun perlindungan," menurut panduan CDC dikutip dari Fox News.

Amerika Serikat memegang persetujuan darurat pertama untuk vaksin virus corona Covid-19, setelah Food and Drug Administration (FDA) menguatkan semua panel penasihat untuk mendukung vaksin virus Pfizer/BioNTech.

Pada minggu lalu, pejabat FDA mengatakan hanya mereka yang memiliki reaksi alergi serius terhadap vaksin atau alergi terhadap bahan-bahan vaksin Pfizer harus menghindari suntikan tersebut.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

"Kami memberi tahu semua orang untuk suntik vaksin, kecuali mereka yang memiliki reaksi alergi parah pada vaksin dan salah satu komponen di dalamnya," kata Dr Peter Marks, direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA.

CDC mengatakan efek samping umum dari vaksin Covid-19, termasuk rasa sakit dan bengkak di tempat suntikan. Selain itu, seseorang mungkin mengalami demam, menggigil, kelelahan, dan sakit kepala setelah vaksin.

Meskipun efek samping vaksin ini berlangsung pendek dan akan sembuh dengan sendirinya, badan kesehatan federal menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tentang obat-obatan yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau asetaminofen untuk mengatasi rasa sakit atau ketidaknyamanan.

Langkah-langkah lain untuk mengurangi rasa sakit, termasuk menempatkan kain lap basah yang dingin di atas lengan atau melatih lengan, sesuai dengan pedoman CDC.

CDC juga menyarankan Anda tetap menjaga tubuh terhidrasi dan berpakaian ringan untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat demam. CDC pun mengatakan beberapa efek samping mungkin terasa seperti flu.

Jika kemerahan atau nyeri di tempat suntikan memburuk setelah sehari, gejala tetap ada atau efek samping memicu kecemasan, CDC menyarankan Anda untuk menghubungi layanan kesehatan.

Vaksin Pfizer memerlukan dua dosis yang diberikan dengan jarak beberapa minggu, mirip dengan kandidat vaksin Moderna. CDC mengatakan untuk mendapatkan kedua dosis, bahkan jika efek samping muncul setelah suntikan awal, kecuali jika dokter menyarankan sebaliknya.

Pekerja kesehatan dan penghuni panti jompo akan menjadi orang pertama yang menerima vaksinasi Covid-19. Pejabat AS mengatakan masyarakat umum akan memiliki dosis yang tersedia beberapa bulan hingga 2021.

Sementara menunggu jadwal vaksin Covid-19, para ahli kesehatan tetap mendesak masyarakat untuk terus memakai masker, jaga jarak, menjaga kebersihan tangan, dan menghindari keramaian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akibat Pandemi Virus Corona, Sepertiga Pasien Fibrosis Paru Tunda Perawatan

Akibat Pandemi Virus Corona, Sepertiga Pasien Fibrosis Paru Tunda Perawatan

Health | Rabu, 16 Desember 2020 | 12:11 WIB

Peneliti: 1 dari 5 Orang Tertular Virus Corona dari Anggota Keluarganya!

Peneliti: 1 dari 5 Orang Tertular Virus Corona dari Anggota Keluarganya!

Health | Rabu, 16 Desember 2020 | 10:09 WIB

Ilmuwan Temukan Autoantibodi Penyebab Pasien Alami Covid-19 Panjang

Ilmuwan Temukan Autoantibodi Penyebab Pasien Alami Covid-19 Panjang

Health | Rabu, 16 Desember 2020 | 09:41 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB