Anak Sulit Dengarkan Orangtua, Ini yang Mesti Dilakukan

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 17 Desember 2020 | 19:10 WIB
Anak Sulit Dengarkan Orangtua, Ini yang Mesti Dilakukan
Ilustrasi ibu marah pada anak. (Shutterstock)

Suara.com - Sering kali anak sulit untuk mendengarkan orang tua. Apalagi, jika anak sedang melakukan aktivitas yang disukainya.

Biasanya ketika hal itu terjadi, tidak sedikit orang tua yang justru marah dan memberikan  hukuman kepada anak. Hal itu ternyata akan berakibat hubungan yang buruk terhadap anak.

Dalam Webinar Trik & tips yang Harus Dilakukan Saat si Kecil Enggan Mendengarkan Orang Tua, Psikolog Pendidikan, Rafika Ariani, mengatakan terdapat beberapa cara untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi mengapa anak enggan untuk mendengarkan orang tua. Hal-hal tersebut antara lain:

1. Apakah anak mengalami gangguan pada pendengarannya

Ilustrasi gangguan pendengaran. (Shutterstock)
Ilustrasi gangguan pendengaran. (Shutterstock)

Orang tua harus memastikan apakah anak memiliki gangguan pada pendegarannya sehingga tidak memberikan perhatian saat berbicara.

2. Perkembangan kognitif dan sosial anak

Karena masa pertumbuhan anak, biasanya mereka mau menunjukkan kepada orang tua kalau mereka mampu melakukan suatu. Hal itu yang menyebabkan anak enggan untuk mendengarkan orang tua.

3.Faktor lingkungan

Anak akan meniru apa yang ada disekitarnya. Untuk itu dari orang tua sendiri juga harus melihat, apakah ketika sedang berbicara atau diminta melakukan sesuatu akan memenuhinya atau tidak. Jika dari contoh orang tua saja tidak melakukannya, hal itu membuat anak melakukan hal yang sama.

baca juga

Untuk menghadapi faktor-faktor di atas, Rafika memberikan beberapa tips dan trik yang bisa untuk mengatasi faktor anak yang enggan mendengarkan orang tua.

1. Coba regulasi diri

Orang tua harus bisa meregulasi diri sendiri dan anak. Perasaan marah terhadap anak jika langsung dilontarkan akan berakibat tidak baik. 

Untuk itu, orang tua harus meregulasi diri agar lebih tenang sehingga saat berbicara dengan anak hubungannya menjadi lebih baik.

2. Ciptakan koneksi dengan anak

Ilustrasi ciptakan koneksi dengan anak. 

Ketika koneksi anak dan orang tua terhubung, hasil komunikasi akan berjalan dengan lancar.

Diharapkan, saat orang tua berbicara dengan anak mata antara keduanya harus sejajar. Hal itu sangat berpengaruh kepada psikis anak dan membuatnya merasa dihargai.

3. Deskripsikan masalah

Saat anak enggan mendengarkan, orang tua dapat melihat apa permasalahan yang terjadi. Apakah instruksinya kurang jelas sehingga membuat anak acuh atau terdapat permasalahan lain.

4. Berikan pilihan kepada anak

Memberi pilihan kepada anak akan membuat mereka merasa memiliki kontrol. Hal itu dapat dilakukan untuk membuat anak merasa dihargai.

5. Buat ekspektasi yang realistis

Saat meminta anak melakukan sesuatu, orang tua harus melihat apakah hal tersebut sesuai dengannya atau tidak. 

Misalnya, untuk anak berumur 3 tahun apakah realistis ketika diminta bantuan mencuci piring. Oleh karena itu, orang tua harus tahu hal yang harus dilakukannya sesuai atau tidak.

6. Suara dan komunikasi non verbal penting

Alasan anak enggan mendengarkan salah satunya karena cara bicara orang tua yang tidak menyenangkan. Usahakan gunakan nada bicara yang tidak terlalu rendah dan tinggi. Nada bicara yang terlalu rendah menggambarkan orang tua tidak memiliki kontrol terhadap anak.

Sedangkan nada bicara yang terlalu tinggi dapat membuat anak menjadi tertekan. Selain itu komunikasi non verbal atau bahasa tubuh juga sangat penting. Gaya tubuh orang tua saat berbicara kepada anak sangat mempengaruhi perhatian anak tersebut.

7. Hargai dan puji anak

Ilustrasi orangtua dan anaknya. [Shutterstock]
Ilustrasi orangtua dan anaknya. [Shutterstock]

Ketika anak sudah melakukan hal yang orang tua inginkan, jangan pernah lupa untuk memujinya. 

Anak yang melakukan sesuatu lalu dibiarkan begitu saja, akan merasa hal yang ia kerjakan tidak dihargai. Oleh karena itu, memuji anak dapat menjadi tanda kalau orang tua menghargai usahanya.

Penulis:  Fajar Ramadhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Tips Parenting untuk Menjaga Kesehatan Mental dan Tumbuh Kembang Anak

4 Tips Parenting untuk Menjaga Kesehatan Mental dan Tumbuh Kembang Anak

Health | Selasa, 08 Desember 2020 | 20:08 WIB

PMM 36 UMM Sosialisasikan Parenting Education dan Aturan Era New Normal

PMM 36 UMM Sosialisasikan Parenting Education dan Aturan Era New Normal

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 12:57 WIB

Gaia Parenting Ajak Ibu Muda Belajar Melalui Komunitas di Tengah Pandemi

Gaia Parenting Ajak Ibu Muda Belajar Melalui Komunitas di Tengah Pandemi

Press Release | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 08:52 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×