Lebih dari Kondisi Alam, Cuaca & Matahari Juga Berperan pada Suasana Hati

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 19 Desember 2020 | 07:00 WIB
Lebih dari Kondisi Alam, Cuaca & Matahari Juga Berperan pada Suasana Hati
Ilustrasi hujan (Shutterstock)

Suara.com - Ada banyak hal yang dapat memengaruhi suasana hati kita, termasuk cuaca. Terutama dengan curah hujan yang tinggi seperti sekarang ini.

Studi besar pada 1974 yang terbit di jurnal Acta Paedopsychiatrica menunjukkan 18% anak laki-laki, dan 29% anak perempuan yang menjadi peserta studi terpengaruh secara negatif pada kondisi cuaca tertentu.

Cuaca tersebut membuat mereka mengalami gejala kekelahan mood dysphoric, mudah tersinggung dan sakit kepala.

Sebuah studi yang terbit di Psychological Science pada 2005 pun menunjukkan bahwa cuaca yang menyenangkan (suhu atau tekanan barometrik yang lebih tinggi) berhubungan dengan suasana hati serta memori yang lebih baik.

Dalam buku The Highly Sensitive Person oleh Elaine Aron, PhD, menjelaskan bahwa cuaca akan lebih memengaruhi seseorang jika orang tersebut sangat sensitif.

Awan atau mendung menjelang hujan (freedigitalphotos/worradmu)
Awan atau mendung menjelang hujan (freedigitalphotos/worradmu)

Penelitian menunjukkan, dilansir Everyday Health, orang yang hipersensitif secara genetik berbeda dari orang yang memiliki tingkat kepekaan normal.

Kemungkinan inilah yang menjelaskan mengapa hujan atau dingin dan panas lebih memengaruhi beberapa orang dibanding yang lain. Reaksi atau tanggapan seseorang terhadap cuaca bergantung pada tingkat sensivitasnya.

Namun, dari sekian banyak aspek cuaca, sinar matahari adalah yang paling erat dengan suasana hati. Sinar matahari terbukti dapat meningkatkan suasana hati secara positif meredam mood negatif, dan mengurangi kelelahan.

Berdasarkan The Conversation, apa pun yang mengubah suasana hati dapat memengaruhi perilaku kita. Orang yang bahagia cenderung lebih menyukai banyak hal, dan mereka lebih bersifat menolong saat ada matahari.

Satu studi di Minnesota menunjukkan orang-orang lebih sering memberi tip dalam jumlah banyak pada hari yang cerah. Lebih dari itu, matahari juga dapat 'meluluhkan hati'.

Bahkan, sebuah studi 2013 oleh psikolog Prancis Nicolas Guéguen menunjukkan pria yang menyatakan cinta pada hari yang cerah mencapai tingkat keberhasilan hingga 22% dibanding saat mendung, yang hanya 14%.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cuaca hingga Hewan Liar Jadi Penyebab Gangguan CCTV saat Tewasnya 6 Laskar

Cuaca hingga Hewan Liar Jadi Penyebab Gangguan CCTV saat Tewasnya 6 Laskar

News | Kamis, 17 Desember 2020 | 17:08 WIB

Prakiraan Cuaca BMKG 17 Desember: Depok dan Kota Bogor Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca BMKG 17 Desember: Depok dan Kota Bogor Hujan Ringan

Bogor | Kamis, 17 Desember 2020 | 07:00 WIB

Prakiraan Cuaca Jakarta Kamis 17 Desember: Siang Berawan

Prakiraan Cuaca Jakarta Kamis 17 Desember: Siang Berawan

Jakarta | Kamis, 17 Desember 2020 | 06:00 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB