Meski Mengganggu Kesuburan, Pasien PCOS Masih Punya Peluang Hamil

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Senin, 21 Desember 2020 | 19:30 WIB
Meski Mengganggu Kesuburan, Pasien PCOS Masih Punya Peluang Hamil
Ilustrasi vagina, organ intim perempuan. [Shutterstock]

Suara.com - Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovary syndrome (PCOS) banyak diderita perempuan dan jadi penyebab umum ketidaksuburan. PCOS sendiri merupakan gangguan hormon yang umum diderita perempuan di usia subur dan penyebab terganggunya siklus menstruasi.

Melansir dari Healthshots, data terbaru menunjukkan bahwa setidaknya tiga dari 10 wanita didiagnosis PCOS. Setidaknya 20 hingga 25 persen perempuan yang sulit mendapatkan keturunan mengalami PCOS.

Ada kesalahpahaman bahwa mengalami PCOS berarti Anda tidak akan pernah bisa hamil secara spontan. Biasanya wanita dengan PCOS dianjurkan untuk mencoba kehamilan secara alami setidaknya selama 3 hingga 6 bulan.

Periode ini juga dapat digunakan secara efisien untuk membuat perubahan gaya hidup  termasuk olahraga teratur dan mengurangi berat badan. Hal ini memungkinkan untuk bisa memperbaiki ketidakseimbangan hormon dan ovulasi spontan serta kehamilan.

Modifikasi diet berkontribusi pada 70 persen penurunan berat badan pada pasien PCOS.

"Dianjurkan untuk tidak melakukan diet drastis yang menjanjikan hasil cepat dalam waktu singkat. Sebaliknya, Anda harus mengikuti saran diet profesional. Ini akan membantu Anda mempertahankan penurunan berat badan dan menyeimbangkan hormon," catat Healthshots. 

Diet juga perlu didukung dengan latihan yang menargetkan otot inti tubuh, terutama perut, pinggul, dan paha. Olahraga harian seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang selama 30 hingga 45 menit dapat berpengaruh baik.

"Banyak perempuan dengan PCOS mungkin memerlukan obat induksi ovulasi untuk menghasilkan satu sel telur yang sehat dan berkualitas baik. Ini biasanya disertai dengan pelacakan sel telur dengan sonografi yang dapat memandu pasangan untuk memaksimalkan peluang konsepsi," imbuh Healthshots.

Sementara pada PCOS parah, kombinasi obat-obatan bersama dengan suntikan hormon diperlukan untuk merangsang ovarium agar menghasilkan satu atau lebih sel telur dan meningkatkan peluang kehamilan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muncul Kista 6 cm Di Rahim Audi Marissa, Bagaimana Penanganannya?

Muncul Kista 6 cm Di Rahim Audi Marissa, Bagaimana Penanganannya?

Jakarta | Senin, 21 Desember 2020 | 17:52 WIB

Selain Alat dan Obat, Simak Empat Alternatif Kontrasepsi Alami

Selain Alat dan Obat, Simak Empat Alternatif Kontrasepsi Alami

Health | Minggu, 20 Desember 2020 | 14:30 WIB

Jangan Dibuang! Cara Bikin Pupuk dari Kulit Telur untuk Kesuburan Tanaman

Jangan Dibuang! Cara Bikin Pupuk dari Kulit Telur untuk Kesuburan Tanaman

Lifestyle | Minggu, 20 Desember 2020 | 13:52 WIB

Terkini

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB