facebook

Menkes Baru Didorong Optimalisasi Vaksin Merah Putih Karya Anak Bangsa

Risna Halidi | Lilis Varwati
Menkes Baru Didorong Optimalisasi Vaksin Merah Putih Karya Anak Bangsa
Peneliti meriset pembuatan vaksin Merah Putih di salah satu laboratorium PT Bio Farma (Persero), Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

"Penguatan hubungan dengan BUMN, mendorong Presiden atau kementerian lain agar betul-betul mendorong vaksin itu dikelola anak bangsa."

Suara.com - Pengadaan vaksin Covid-19 akan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Budi Gunadi Sadikin setelah resmi dilantik menjadi Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang baru.

Diketahui sebelumnya, Budi dilantik menggantikan Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan yang baru di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra mengatakan, sebagi langkah cepat penanganan Covid-19, Budi harus mampu mendorong Presiden Joko Widodo dan Kementerian lain untuk mengoptimalkan vaksin Merah Putih buatan Indonesia.

"Penguatan hubungan dengan BUMN, mendorong Presiden atau kementerian lain agar betul-betul mendorong vaksin itu dikelola anak bangsa. Vaksin Merah Putih misalnya oleh lembaga molekuler Eijkman ini harus dipercepat advokasi, terutama anggaran," kata Hermawan saat dihubungi Suara.com, Selasa (22/12/2020). 

Baca Juga: Puji 4 Menteri Baru Pilihan Jokowi, Emil Salim: Selamat!

Menurut Hermawan, Indonesia tidak terlalu bermasalah dengan sumber daya manusia dalam pengadaan vaksin tersebut. Hanya saja, diperlukan adanya dorongan pada sektor politik juga keberpihakan anggaran untuk mendukung pembuatan vaksin Merah Putih.

"Kita berharap mandiri dalam pengadaan vaksin. Itu Kementerian harus berani tunjukan ke depan," ucapnya.

Sementara itu terkait persoalan distribusi dan kepercayaan masyarakat terhadap vaksinasi, menurut Hermawan, Budi Gunadi harus melancarkan koordinasi dengan organisasi profesi kesehatan. Hal itulah yang ia anggap sempat tidak terjalin baik saat periode Kemenkes versi Terawan. 

"Karena selama ini menteri yang lama agak berjarak dengan IDI dan organisasi profesi lain, ke depan harus dilibatkan. Karena semua organisasi profesi ini punya jejaring sampai daerah," ucapnya.

Baca Juga: Ketua Satgas Covid-19 IDI Terkait Menkes Bukan Dokter: Saya Tidak Kecewa

Komentar