Awas, Bahaya Eksplotasi Seksual di Balik Penggunaan Media Sosial pada Anak

Vania Rossa, Luthfi Khairul Fikri

Kamis, 24 Desember 2020 | 10:06 WIB
Awas, Bahaya Eksplotasi Seksual di Balik Penggunaan Media Sosial pada Anak
Ilustrasi remaja sedang menggunakan media sosial di ponsel (Shutterstock).

Suara.com - Media sosial kini tak hanya digunakan oleh orang dewasa. Anak-anak pun kini telah terpapar candu media sosial. Hal inilah yang menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian besar orangtua. Pasalnya, media sosial bisa memberi dampak buruk pada anak, salah satunya bahaya kejahatan eksploitasi seksual anak.

Itu sebabnya, Program Manager ECPAT Indonesia, Andy Ardian, meminta kepada setiap orangtua untuk berperan aktif dalam melindungi anak-anaknya dari dampak buruk media sosial.

“Peran orangtua begitu sangat penting dalam mengawasi anaknya saat sedang bermain di media sosial, karena itu bisa saja terjadi eksploitasi seksual anak,” ujar Andy dalam keterangannya secara virtual, Rabu (23/12/2020).

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai upaya perlindungan anak dari dampak buruk media sosial. Salah satunya, anak perlu diberikan edukasi agar mereka bisa menjaga diri dan terhindar dari risiko-risiko negatif seperti eksploitasi seksual.

“Bantu anak mengenali perbuatan atau praktik penggunaan internet yang melanggar hukum. Kemudian, bantu anak-anak yang menjadi korban, pelaku, atau saksi kejahatan daring dengan memastikan mendapatkan pendampingan psikososial,” jelas dia.

Sementara itu, berdasarkan data NCMEC (National Center for Missing and Exploited Children), dikatakan bahwa telah terjadi peningkatan angka kekerasan dan eksploitasi seksual anak pada Januari-September 2020 secara global, dengan mencapai sekitar 98,66 persen, yang umumnya terjadi berawal melalui media sosial.

ECPAT Indonesia sendiri telah melakukan survei terhadap 1.203 reponden anak terkait kerentanan anak terhadap eksploitasi seksual anak. Hasilnya 25 persen atau sekitar 287 anak telah mengalami pengalaman buruk tersebut.

Kata dia, eksploitasi seksual anak yang terjadi di Indonesia ini mayoritas masih menggunakan cara lama, seperti pelaku merekrut korbannya dengan iming-imingi uang ataupun dijanjikan sebuah barang mewah.

“Angka kekerasan dan eksploitasi seksual anak ini perlu menjadi perhatian khusus karena kasusnya terus mengalami peningkatan secara signifikan, sehingga semua pihak harus menyatu untuk melawan pelaku dan membasmi kasus tersebut,” tuturnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Wanita Pungut Sampah di Pantai Bali, Videonya Jadi Sorotan

Aksi Wanita Pungut Sampah di Pantai Bali, Videonya Jadi Sorotan

Bali | Kamis, 24 Desember 2020 | 07:44 WIB

Viral Penjual Tahu Keliling Ini Bikin Minder, Sudah Ganteng Pakai Moge Lagi

Viral Penjual Tahu Keliling Ini Bikin Minder, Sudah Ganteng Pakai Moge Lagi

Otomotif | Rabu, 23 Desember 2020 | 22:15 WIB

Gawat! Angka Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak Naik Selama Pandemi

Gawat! Angka Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak Naik Selama Pandemi

Health | Rabu, 23 Desember 2020 | 17:57 WIB

Terkini

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Bri | Sabtu, 12 September 2026 | 00:00 WIB

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:55 WIB

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:45 WIB

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:38 WIB

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

News | Jum'at, 11 September 2026 | 22:36 WIB

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 22:17 WIB

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 22:02 WIB

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

Sumsel | Jum'at, 11 September 2026 | 21:50 WIB

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:33 WIB

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:20 WIB

×