Ampuh Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Makan Sayur Bayam Setiap Hari!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 24 Desember 2020 | 13:00 WIB
Ampuh Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Makan Sayur Bayam Setiap Hari!
Sayur bayam (Pixabay/Showmeyourflowers)

Suara.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi yang membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Kondisi ini bisa menyebabkan arteri kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku atau sempit. Pada akhirnya, tekanan darah tinggi juga bisa memicu penyakit mematikan, seperti penyakit jantung.

Tetapi, Anda bisa mencegah dan menjaga kesehatan jantung dengan mencari cara untu menurunkan tekanan darah. Makanan tertentu dipercaya bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Sayur bayam telah terbukti mampu mengurangi tekanan darah tinggi dan efeknya berkaitan dengan kandungan nitrat yang tinggi pada bayam.

Nitrat adalah senyawa alami yang terbukti membantu mengendurkan pembuluh darah sehingga mampu menurunkan tekanan darah.

Tekanan darah tinggi, hipertensi (Pixabay/McRonny)
Tekanan darah tinggi, hipertensi (Pixabay/McRonny)

Dalam sebuah penelitian pada 27 orang, mereka yang mengonsumsi 16,9 ons bayam nitrat tinggi setiap hari selama 7 hari mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi asparagus dengan nitrat rendah.

Tekanan sistolik dan diastolik adalah dua angka yang digunakan untuk mencatat tekanan darah tinggi seseorang.

Apalagi makan bayam juga menurunkan kekakuan arteri, yang bisa membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung.

Bayam juga mengandung magnesium, yang bisa memberikan efek positif pada tekanan darah tinggi. Magnesium inilah yang membantu mengatur ratusan sistem tubuh, termasuk tekanan darah, gula darah, fungsi otot dan saraf.

"Kita membutuhkan magnesium untuk membantu pembuluh darah rileks dan untuk produksi energi serta perkembangan tulang," jelas Harvard Health dikutip dari Express.

Hal penting lainnya dalam menurunkan tekanan darah tinggi adalah perhatikan asupan garam. Karena, diet tinggi garam bisa mengganggu keseimbangan natrium alami dalam tubuh.

"Hal ini menyebabkan tubuh menahan air, yang meningkatkan tekanan mendorong darah ke dinding pembuluh," jelsnya.

NHS pun merekomendasikan ntuk makan kurang dari 6 gram (0,2 ons) garam sehari, yaitu sekitar satu sendok teh.

"Konsumsi makanan rendah lemak yang mengandung banyak serat, seperti nasi gandum utuh, roti dan pasta serta banyak buah dan sayur juga membantu menurunkan tekanan darah," tambahanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ampuh Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Makan Bawang Putih Tiap Hari!

Ampuh Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Makan Bawang Putih Tiap Hari!

Health | Sabtu, 19 Desember 2020 | 07:24 WIB

Studi Brasil: Hipertensi Percepat Penurunan Kognitif

Studi Brasil: Hipertensi Percepat Penurunan Kognitif

Health | Selasa, 15 Desember 2020 | 13:14 WIB

Hindari 3 Jenis Makanan Ini saat Hamil, Bisa Picu Hipertensi

Hindari 3 Jenis Makanan Ini saat Hamil, Bisa Picu Hipertensi

Riau | Senin, 14 Desember 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB