Studi Brasil: Hipertensi Percepat Penurunan Kognitif

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 15 Desember 2020 | 13:14 WIB
Studi Brasil: Hipertensi Percepat Penurunan Kognitif
Ilustrasi pemeriksaan tekanan darah, hipertensi jas putih. (Shutterstock)

Suara.com - Tekanan darah tinggi atau hipertensi tampaknya punya pengaruh terhadap kinerja kognitif. Dalam hal ini, sebuah studi menunjukkan bahwa hipertensi dapat mempercepat penurunan kinerja kognitif pada orang dewasa paruh baya dan lebih tua.

"Kami awalnya mengantisipasi bahwa efek negatif hipertensi pada fungsi kognitif akan lebih kritis ketika hipertensi dimulai pada usia yang lebih muda, namun hasil kami menunjukkan bahwa penurunan kinerja kognitif akan tetap terjadi kapanpun hipertensi dimulai," kata penulis studi, Sandhi M. Barreto, MD, M.Sc., Ph.D., profesor kedokteran di Universidade Federal de Minas Gerais di Belo Horizonte, Brasil seperti yang dikutip dari Medical Xpress. 

"Kami juga menemukan bahwa mengobati tekanan darah tinggi secara efektif pada usia berapapun di masa dewasa dapat mengurangi atau mencegah percepatan ini," imbuhnya.

Secara kolektif, temuan ini menunjukkan bahwa hipertensi perlu dicegah, didiagnosis, dan diobati secara efektif pada orang dewasa dari segala usia untuk mempertahankan fungsi kognitif.

Tekanan darah tinggi, hipertensi (Pixabay/McRonny)
Tekanan darah tinggi, hipertensi (Pixabay/McRonny)

Ada beberapa temuan yang dari penelitian ini, antara lain:

1. Tekanan darah sistolik antara 121 hingg 139 mmHg atau tekanan darah diastolik antara 81 hingga 89 mmHg tanpa penggunaan obat antihipertensi dikaitkan dengan penurunan kinerja kognitif yang dipercepat di antara individu paruh baya dan lebih tua.

2. Kecepatan penurunan kognisi terjadi terlepas dari durasi hipertensi, artinya tekanan darah tinggi dalam jangka waktu berapapun dapat berdampak pada kecepatan penurunan kognitif seseorang.

3. Orang dewasa dengan hipertensi yang tidak terkontrol cenderung mengalami penurunan memori dan fungsi kognitif global yang lebih cepat daripada orang dewasa yang telah mengontrol hipertensi.

"Hasil kami juga menyoroti pentingnya diagnosis dan pengendalian hipertensi pada pasien dari segala usia untuk mencegah atau memperlambat penurunan kognitif," kata Barreto.

Menurut Barreto, keterbatasan penelitian ini terkait dengan periode tindak lanjut yang relatif singkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hindari 3 Jenis Makanan Ini saat Hamil, Bisa Picu Hipertensi

Hindari 3 Jenis Makanan Ini saat Hamil, Bisa Picu Hipertensi

Riau | Senin, 14 Desember 2020 | 07:05 WIB

Bisa Picu Hipertensi selama Kehamilan, Coba Hindari 3 Jenis Makanan Ini

Bisa Picu Hipertensi selama Kehamilan, Coba Hindari 3 Jenis Makanan Ini

Health | Minggu, 13 Desember 2020 | 12:52 WIB

Studi: Frekuensi Serangan Epistaksis Lebih Tinggi pada Pasien Hipertensi

Studi: Frekuensi Serangan Epistaksis Lebih Tinggi pada Pasien Hipertensi

Health | Sabtu, 05 Desember 2020 | 14:02 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB