Ilmuwan AS Menduga Mutasi Virus Corona dari Inggris Sudah Masuk WIlayahnya

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 24 Desember 2020 | 14:00 WIB
Ilmuwan AS Menduga Mutasi Virus Corona dari Inggris Sudah Masuk WIlayahnya
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

Suara.com - Para peneliti yang mempelajari virus corona jenis baru yang ditemukan di Inggris (SARS-CoV-2 VUI 202012/01) berpikir kemungkinan virus juga sudah masuk ke Amerika Serikat sejak pertengahan November kemarin, dan banyak warga setempat yang bisa terinfeksi.

"Jika aku harus menebak, aku akan mengatakan itu mungkin sudah mengenai ratusan orang sekarang. Sangat mungkin virus masuk beberapa kali di banyak tempat," kata Michael Worobey, kepala departemen ekologi dan biologi evolusi di Universitas Arizona.

CNN melaporkan, ilmuwan Inggris telah melacak kemunculan strain baru yang muncul pertama kali itu pada 20 September di Kent, sebuah kabupaten di wilayah tenggara London.

Meski Worobery berkata demikian, ilmuwan belum menemukan urutan genetik virus di AS yang cocok dengan varian virus yang ditemukan di Inggris.

Mereka menduga hal ini terjadi karena sistem pengawasan AS belum menangkap adanya mutasi virus corona itu.

COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

"Kau perlu berasumsi bahwa penyakit itu sudah ada di sini (AS), dan tentu saja bukan jenis patogen yang dominan, tetapi aku tidak akan terkejut jika sudah ada di sini," tutur Anthony Fauci, ahli penyakit menular AS, pada Selasa (22/12/2020).

Asisten Sekretaris Laksamana Kesehatan Brett Giroir juga mengatakan bahwa kemungkinan ilmuwan di AS belum mendeteksinya.

Untuk mendeteksi mutasi baru dari suatu virus, sampel harus dikumpulkan dari pasien yang terinfeksi dan kemudian menjalani pengurutan genetik, dengan melihat urutan huruf dalam kode genetiknya untuk mengetahui apakah ada sesuatu yang baru.

Sejak 15 November, perkiaraan waktu mutasi virus corona dari Inggris sudah ada di AS, pengurutan genetik telah dilakukan pada virus yang ditemukan pada sekitar 300 orang di AS dan sekitar 9 ribu di Inggris.

baca juga

Dalam situsnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencatat dari 275 ribu sekuens genom legkap dalam database publik, 51 ribu beradal dari AS, dan 125 ribu dari Inggris.

Perbedaan ini sangat mencolok mengingat berapa banyak infeksi yang telah dikonfirmasi di AS, lebih dari 18 juta, dibanding dengan lebih dari 2,1 di Inggris.

Sejauh ini, penelitian menunjukkan mutasi tampaknya membuat virus lebih mudah menular, tetapi tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Mereka juga mengatakan bahwa saat ini vaksin kemungkinan masih akan bekerja untuk varian baru tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laboratorium New York Putuskan Meneliti Mutasi Virus Corona dari Inggris

Laboratorium New York Putuskan Meneliti Mutasi Virus Corona dari Inggris

Health | Rabu, 23 Desember 2020 | 14:28 WIB

Studi: Mutasi Virus Corona Covid-19 Lebih Memungkinkan Menyerang Anak

Studi: Mutasi Virus Corona Covid-19 Lebih Memungkinkan Menyerang Anak

Health | Rabu, 23 Desember 2020 | 14:18 WIB

Mutasi Virus Corona Covid-19, Ahli Sebut Gejalanya Bisa Muncul Lebih Cepat

Mutasi Virus Corona Covid-19, Ahli Sebut Gejalanya Bisa Muncul Lebih Cepat

Health | Rabu, 23 Desember 2020 | 12:57 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×