Kenapa Varian Baru Virus Corona Bisa Muncul di Inggris?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 24 Desember 2020 | 20:06 WIB
Kenapa Varian Baru Virus Corona Bisa Muncul di Inggris?
Penampilan luar dan dalam virus corona Covid-19 (KAUST Discovery)

Suara.com - Varian baru virus corona penyebab Covid-19 yang tengah terjadi di Inggris telah menjadi perbincangan dunia. Mutasi virus bahkan telah menyebar ke negara lain seperti Singapura, Australia, dan Israel. 

Menteri Riset dan Teknologi Prof. Bambang Brodjonegoro Ph. D., menjelaskan mengapa varian baru SARS Cov-2 bisa ditemukan di Inggris.

"Ini bukan kebetulan. Inggris adalah salah satu negara yang punya monitoring dan surveillance genomic dan molekuler, mungkin terbaik di dunia. Karena itu mereka bisa mendeteksi kalau ternyata ada mutasi yang ternyata bisa sebabkan penularan lebih cepat," jelas Bambang dalam webinar BNPB Indonesia, Kamis (24/12/2020).

Dari penelitian yang dilakukan Inggris telah terbukti bahwa mutasi virus tersebut memang lebih mudah menular daripada varian sebelumnya. Bambang menyampaikan, varian baru virus Corona SARS Cov-2 yang diberi nama B117 itu sebenarnya pertama kali ditemukan Inggris pada 20 September. 

Menristek, Bambang Brodjonegoro dalam jumpa pers virtual, Rabu (2/9/2020). [Kemenristek]
Menristek, Bambang Brodjonegoro dalam jumpa pers virtual, Rabu (2/9/2020). [Kemenristek]

Namun pada 13 Desember sudah lebih dari 1.100 kasus yang terdeteksi di Inggris Raya akibat varian virus corona B117 tersebut. 

"Kemudian peningkatan begitu cepat sehingga kalau dilihat November terutama Desember terjadi peningkatan luar biasa. Sehingga Inggris bagian tenggara dari seluruh isolasi virus yang berhasil ditemukan melalui pemeriksaan sampel, 50 persen mengandung varian ini. Jadi sudah sangat masif di Inggris," paparnya.

Meski telah terbukti lebih cepat menular, belum ditemukan apakah varian baru itu juga bisa memperparah kondisi orang yang terinfeksi. Sehingga yang terjadi saat ini, kata Bambang, belum terlihat membuat penyakit Covid-19 jadi lebih berat dan tidak menambah tingkat kematian. 

Namun karena penularannya yang lebih cepat, Bambang mengingatkan bahwa situasi itu tentu berbahaya bagi orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Karena jadi lebih mudah terinfeksi. 

"Harus sangat waspada dengan peningkatan kasus positif dan infeksi makin tinggi. Kita harus menjaga varian ini tidak sampai ikut, keadaan lebih berat. Tapi saat ini kalau disimpulkan belum ada bukti yang menunjukan varian ini sudah menyebar di Indonesia. Meskipun harus diakui, genomic molecular kita tidak secanggih Inggris. Kalau kita lihat ada dua negara tetangga, Australia dan Singapura. Kasusnya 1 orang tapi harus hati-hati karena makin dekat dengan negara kita," tutur Bambang.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suasana Pemberlakuan Jam Malam di Makassar, Toko dan Warung Tutup

Suasana Pemberlakuan Jam Malam di Makassar, Toko dan Warung Tutup

Sulsel | Kamis, 24 Desember 2020 | 19:46 WIB

Sehari Jelang Natal, 110 Pekerja Pertamina Hulu Mahakam Positif Covid

Sehari Jelang Natal, 110 Pekerja Pertamina Hulu Mahakam Positif Covid

Kaltim | Kamis, 24 Desember 2020 | 19:45 WIB

Ada Pandemi yang Lebih Mematikan dari Covid-19 dan Berita Populer Lainnya

Ada Pandemi yang Lebih Mematikan dari Covid-19 dan Berita Populer Lainnya

Health | Kamis, 24 Desember 2020 | 19:43 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×