Setelah Brasil, Turki Melaporkan Hasil Uji Klinis Vaksin Sinovac 91% Manjur

Arendya Nariswari, Rosiana Chozanah

Sabtu, 26 Desember 2020 | 19:27 WIB
Setelah Brasil, Turki Melaporkan Hasil Uji Klinis Vaksin Sinovac 91% Manjur
Kandidat vaksin Covid-19, Sinovac. [Noel Celis/AFP]

Suara.com - Turki telah melaporkan hasil uji klinis fase tiga dari vaksin Covid-19 Sinovac yang dilakukan di negaranya, pada Kamis (24/12/2020).

Data sementara menunjukkan vaksin dari China tersebut 91,25% efektif mencegah infeksi virus corona.

Hasilnya berpotensi jauh lebih baik daripada yang dilaporkan dari uji coba terpisah di Brasil, yang menyebut vaksin efektif lebih dari 50%.

Dilansir Channel News Asia, peneliti Turki mengatakan bahwa tidak ada efek samping khusus selama percobaan mereka selain satu orang yang memiliki reaksi alergi.

Sedangkan efek umum yang terjadi adalah demam, nyeri ringan, dan sedikit kelelahan.

Penjaga stan pameran Ciftis di Beijing, Jumat (4/9), menunjukkan dua kandidat vaksin COVID-19 buatan Sinopharm dan Sinovac. (ANTARA/HO-GT)
Penjaga stan pameran Ciftis di Beijing, Jumat (4/9), menunjukkan dua kandidat vaksin COVID-19 buatan Sinopharm dan Sinovac. (ANTARA/HO-GT)

"Kami sekarang yakin bahwa vaksin itu efektif dan aman (untuk digunakan) pada orang-orang Turki," kata Menteri Kesehatan Fahrettin Koca.

Ia menambahkan bahwa Ankara, pusat pemerintahan negara tersebut, akan menggunakan data tersebut untuk melisensikan vaksin Sinovac.

Turki memulai uji klinis vaksin Sinovac pada 14 September, melibatkan lebih 7000 sukarelawan.

Koca juga mengatakan bahwa peneliti awalnya berencana untuk mengumumkan hasilnya setelah 40 orang terinfeksi. Tetapi temuan justru telah menunjukkan bahwa para sukarelawan memiliki efek samping ringan setelah vaksinasi dan karenanya, vaksin dianggap aman.

baca juga

"Meski berisiko, kami melihat gambaran (hasil) yang sangat ringan di mana tes PCR covid-19 dari tiga orang positif, tanpa demam atau masalah pernapasan. Kami dapat dengan mudah mengatakan bahwa, meskipun berisiko, ketiga orang itu mengalaminya (Covid-19) dengan sangat ringan," imbuh Koca.

Hasil ini membuat Turki setuju untuk memberi 50 juta dosis vaksin Sinovac dan akan menerima pengiriman selambatnya pada 11 Desember kemarin. Namun, pengiriman tersebut tertunda.

Apabila vaksin tiba, Turki akan memvaksinasi sekitar 9 juta orang pada kelompok pertama, dimulai dengan petugas kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Putra Mahkota Arab Saudi Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Perusahaan Ini

Putra Mahkota Arab Saudi Disuntik Vaksin Covid-19 Buatan Perusahaan Ini

Sulsel | Sabtu, 26 Desember 2020 | 18:15 WIB

Putra Mahkota Arab Terima Vaksin Covid-19, Menkes Disuntik Pertama

Putra Mahkota Arab Terima Vaksin Covid-19, Menkes Disuntik Pertama

Sumsel | Sabtu, 26 Desember 2020 | 16:41 WIB

Akhirnya, Putra Mahkota Arab Saudi Mau Disuntik Vaksin Covid-19

Akhirnya, Putra Mahkota Arab Saudi Mau Disuntik Vaksin Covid-19

Bali | Sabtu, 26 Desember 2020 | 19:05 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×