Pandemi Covid-19 Tingkatkan Kasus Gangguan Makan di Inggris

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 29 Desember 2020 | 17:00 WIB
Pandemi Covid-19 Tingkatkan Kasus Gangguan Makan di Inggris
ilustrasi gangguan makan, kelainan makan (Unsplash)

Suara.com - Jumlah pasien yang mengalami gangguan makan di Inggris meningkat sebanyak sepertiga dalam 2 tahun terakhir. Tercatat ada 21.794 kasus gangguan makan pada 2019-2020, yang artinya naik 32 persen dari 2 tahun sebelumnya.

Menurut data NHS Inggris, jumlah pasien gangguan makan yang di bawah usia 18 tahun naik seperlima dari 4.160 menjadi 4.962 pada periode yang sama.

Hampir setengah dari 418 anak-anak usia 10 hingga 12 tahun adalah anak perempuan dengan anoreksia. Bahkan banyak pula pasien usia di bawah puluhan tahun yang dirawat di rumah sakit karena kelainan makan.

Menurut para ahli, lockdown atau isolasi mandiri di rumah akibat pandemi virus corona Covid-19 berkontribusi pada peningkatkan kasus anoreksia, bulimia, dan masalah kesehatan mental lainnya.

"Penyakit ini mematikan ini berkembang sangat pesat karena orang-orang telah kehilangan banyak dukungan secara psikologis dan akses layanan kesehatan akibat Covid-19," kata Dr Agnes Ayton dari Royal College of Psychiatrists dikutip dari The Sun.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Tom Madders, direktur kampanye di yayasan amal Young Minds, mengaku sangat khawatir melihat peningkatan kasus gangguan makan di antara anak dan remaja yang dirawat di rumah sakit.

Meskipun ada peningkatan waktu tunggu untuk layanan ganguan makan mereka dalam beberapa tahun terakhir, tapi mereka masih sulit mendapatkan bantuan psikologis untuk mengatasi kondisinya ketika mencapai titik kritis.

Tom menyadari betul faktor-faktor gangguan makan yang sangat komplek. Tapi, memberikan dukungan sedini mungkin bisa mencegah masalah gangguan makan atau kelainan makan ini semakin parah.

"Karena, krisis pandemi ini telah berdampak banyak pada kesehatan mental anak-anak. Maka pemerintah perlu memperhatikan kebutuhan mereka yang berjuang menjaga kesehatan mental dan sediakan langkah pencegahannya serta intervensi dini perlu diprioritaskan," jelas Tom.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akibat Varian Baru Virus Corona, WHO Prediksi Akan Ada 'Pandemi Lelah'

Akibat Varian Baru Virus Corona, WHO Prediksi Akan Ada 'Pandemi Lelah'

Health | Selasa, 29 Desember 2020 | 13:25 WIB

Kasus HIV AIDS Justru Menurun Selama Pandemi Covid-19, Apa Sebab?

Kasus HIV AIDS Justru Menurun Selama Pandemi Covid-19, Apa Sebab?

Health | Selasa, 29 Desember 2020 | 13:30 WIB

Selama Pandemi, Lebih 20 Ribu WNI Dipulangkan dari Luar Negeri

Selama Pandemi, Lebih 20 Ribu WNI Dipulangkan dari Luar Negeri

Riau | Selasa, 29 Desember 2020 | 09:55 WIB

Terkini

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

×