alexametrics

Mengenal Kinerja Vaksin Mati untuk Covid-19, Benarkah Tanpa Risiko?

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi
Mengenal Kinerja Vaksin Mati untuk Covid-19, Benarkah Tanpa Risiko?
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Adapun platform vaksin mati, digunakan untuk membuat kandidat vaksin Covid-19 Sinovac dan vaksin Covid-19 Sinopharm, perusahaan farmasi asal China.

Suara.com - Dibanding berbagai platform atau teknologi yang digunakan untuk membuat vaksin, vaksin inactivated atau vaksin yang dimatikan cenderung lebih aman dan minim risiko.

"Sebetulnya vaksin ini menggunakan vaksin mati. Jadi vaksin mati itu artinya vaksin yang diberikan kepada tubuh kita, tidak ada risiko atau risikonya nol, untuk menyebabkan penyakit," ujar Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe dalam diskusi publik di Forum Merdeka Barat, Selasa, (29/12/2020).

Sehingga menurut dr. Dirga sangat tidak benar jika ada kabar yang mengatakan jika seseorang yang menjalani vaksinasi Covid-19 malah terinfeksi penyakit yang menyerang saluran napas atas itu.

"Itulah keunggulan dari vaksin mati, jadi vaksin mati itu virusnya atau bagian dari virusnya itu sudah diinaktivasi, dimatikan atau dilemahkan, sehingga bila diberikan kepada tubuh kita tubuh akan tetap mengenali," papar dr. Dirga.

Baca Juga: Rumah Kaca Sayuran Hidroponik

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

"Oh ini bagian dari virus tertentu, tetapi tidak dapat menimbulkan penyakit kepada si penerimanya," sambungnya.

Adapun platform vaksin mati, digunakan untuk membuat kandidat vaksin Covid-19 Sinovac dan vaksin Covid-19 Sinopharm, perusahaan farmasi asal China.

Selain vaksin yang dimatikan, vaksin juga bisa terbuat dengan berbagai cara seperti platform mRNA, yaitu sejenis materi genetik yang dibuat laboratorium, saat disuntikkan ke tubuh ia akan membajak sel tubuh dan melatih sistem imun melawan virus.

Vaksin yang menggunakan platform mRNA di antaranya adalah vaksin Pfizer, Moderna

Sedangkan vaksin vektor atau dikenal juga vaksin dengan platform adenovirus yaitu bekerja seumpama kendaraan yang mengeluarkan virus penyebab infeksi, dan digantikan dengan spike atau virus lain yang akan melindungi tubuh dari infeksi penyakit tertentu secara spesifik.

Baca Juga: Terinfeksi Virus Corona, Wanita Ini Alami Gangguan Siklus Menstruasi

Salah satu vaksin dengan teknologi vektor digunakan oleh vaksin Sputnik V, kandidat vaksin Covid-19 buatan Rusia dan vaksin AstraZeneca buatan Oxford University Inggris.

Komentar