Suara.com - Keringat adalah fungsi tubuh yang normal di mana sering terjadi saat tubuh Anda merasa kepanasan, misalnya saat di luar hangat, berolahraga, atau bahkan saat Anda cemas, gugup bahkan takut.
"Tapi terkadang, tubuh bisa mengalami sesuatu yang disebut keringat dingin," kata Erik Blutinger, MD, seorang dokter pengobatan darurat di Mount Sinai Queens, kepada Health.
"Keringat dingin adalah misteri medis yang melibatkan banyak bagian rumit dari tubuh manusia," imbuhnya.
Melansir dari Health, keringat biasanya adalah respons tubuh Anda terhadap berbagai penyebab stres internal dan eksternal.
Dalam hal ini, keringat normal akan bekerja dalam mendinginkan tubuh Anda melalui penguapan.
Sementara keringat dingin dapat digunakan untuk menggambarkan menggigil, keringatan di malam hari, atau mungkin diaphoresis yang merupakan respons terhadap suatu penyakit atau pengobatan.
Secara umum, para ahli sepakat bahwa keringat dingin adalah saat Anda mulai berkeringat tetapi Anda merasa kedinginan.
"Ada berbagai macam hal yang dapat menyebabkan keringat dingin, tetapi umumnya gejalanya terjadi karena infeksi, demam, atau masalah kesehatan yang mendasari, seperti serangan jantung atau gula darah rendah," ujar Kathryn Boling, MD, seorang dokter perawatan primer di Baltimore's Mercy Medical Center.

Keringat dingin bahkan bisa menjadi tanda perubahan hormonal, seperti mengalami hot flash selama menopause. Selain itu, perasaan stres atau cemas juga bisa menyebabkan keringat dingin.
Dalam kasus demam, Anda mungkin akan berkeringat dingin saat demam Anda mulai turun.
"Anda bisa berada dalam situasi di mana Anda benar-benar kepanasan karena demam, demam itu pecah, lalu Anda berkeringat dan merasa kedinginan," kata dokter Boling.