Diet Keto Disebut Pola Makan Sehat Terburuk, Begini Penjelasannya

Arendya Nariswari | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 06 Januari 2021 | 07:00 WIB
Diet Keto Disebut Pola Makan Sehat Terburuk, Begini Penjelasannya
Diet keto atau diet ketogenik. (Shutterstock)

Suara.com - Keto disebut menjadi pola makan sehat paling buruk dari diet-diet lainnya. Diet keto merupakan pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat yang menempati posisi terakhir rekomendasi pola makan sehat di Amerika Serikat. 

Melansir dari Insider, pola makan keto mengharuskan pelaku diet untuk mengonsumsi sekitar 70 persen kalori mereka dari lemak dan hampir tidak ada karbohidrat. Ini mendorong tubuh untuk memasuki ketosis di mana membakar lemak untuk energi alih-alih glukosa yang dihasilkan dari karbohidrat.

Kertika pemerintah merilis edisi terbaru Pedoman Diet untuk Orang Amerika pada akhir Desember 2020, para ilmuwan menyimpulkan bahwa diet keto tidak memiliki cukup penelitian untuk membuat rekomendasi tentangnya.

"Dalam beberapa hal, diet keto tidak selalu merupakan kesalahan keto itu sendiri , itu karena kami masih kekurangan bukti jangka panjang tentang apa yang akan dilakukan diet tinggi lemak untuk risiko penyakit kronis dan umur panjang," ujar ahli diet terdaftar Kristin Kirkpatrick.

Para ahli mengatakan keto tidak lengkap secara nutrisi dan memiliki risiko kesehatan.

"Hal ini bisa disebabkan karena menghilangkan karbohidrat gandum utuh yang sehat dan kaya nutrisi," kata ahli diet terdaftar Bonnie Taub-Dix.

Diet keto (Pixabay/zuzyusa)
Diet keto (Pixabay/zuzyusa)

Kandungan lemak jenuhnya yang tinggi menjadi perhatian khusus para ahli dan menyebut keto sangat tidak lengkap dalam kategori nutrisi.

"Setiap diet yang merekomendasikan mengemil bacon tidak dapat dianggap serius sebagai cara makan yang mempromosikan kesehatan," kata seorang ahli, menurut US News.

Keto juga tidak aman, terutama bagi penderita diabetes parah, penyakit ginjal, dan penyakit jantung. Diet ini juga bisa berbahaya bagi orang yang berisiko mengalami gangguan makan, karena diet ketat dapat memicu kecemasan, makan berlebihan dan akhirnya menambah berat badan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri, Begini Pola Makan Gal Gadot Demi Bintangi Wonder Woman 1984

Ngeri, Begini Pola Makan Gal Gadot Demi Bintangi Wonder Woman 1984

Jatim | Selasa, 29 Desember 2020 | 11:38 WIB

Siapa Saja yang Tidak Boleh Melakukan Diet Keto?

Siapa Saja yang Tidak Boleh Melakukan Diet Keto?

Jatim | Selasa, 29 Desember 2020 | 09:47 WIB

5 Tipe Orang yang Sebaiknya Tidak Melakukan Diet Keto

5 Tipe Orang yang Sebaiknya Tidak Melakukan Diet Keto

Health | Selasa, 29 Desember 2020 | 09:07 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB