Mengenal Eco-Anxiety, Kecemasan akibat Perubahan Iklim

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 06 Januari 2021 | 14:30 WIB
Mengenal Eco-Anxiety, Kecemasan akibat Perubahan Iklim
Ilustrasi perubahan iklim. [Shutterstock]

Suara.com - Masalah lingkungan terjadi di belahan dunia mana saja. Perubahan iklim yang menyebabkan bencana alam pun tak terelakkan. Dalam hal ini American Psychological Association (APA) menunjukkan bahwa masalah iklim berefek pada masalah kesehatan mental.

Melansir dari Health, APA menunjukkan bahwa ada kecemasan kronis akibat krisis lingkungan. Dalam hal ini APA menyebutnya dengan Eco-Anxiety atau kecemasan lingkungan.

Sebuah jajak pendapat baru-baru ini yang dilakukan oleh APA menemukan bahwa 68 persen orang dewasa Amerika Serikat mengatakan mereka memiliki setidaknya sedikit kecemasan terhadap lingkungan.

Sekitar setengah dari mereka yang berusia antara 18 hingga 34 tahun yang mengatakan bahwa stres seputar perubahan iklim memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.

APA menambahkan bahwa kecemasan lingkungan terkadang juga dikenal sebagai kecemasan iklim atau kecemasan perubahan iklim. Kondisi ini dapat menyebabkan efek akut yang biasanya setelah bencana alam dan efek kronis akibat perubahan iklim bertahap pada kesehatan mental.

Aktivis dari berbagai organisasi lingkungan berjalan menuju Taman Aspirasi Monas saat aksi terkait krisis iklim di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (20/9). [Suara.com/Arya Manggala]
Aktivis dari berbagai organisasi lingkungan berjalan menuju Taman Aspirasi Monas saat aksi terkait krisis iklim di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (20/9). [Suara.com/Arya Manggala]

Kecemasan lingkungan bisa memunculkan berbagai masalah kesehatan mental, antara lain:

  • Trauma dan shock
  • Gangguan stres pascatrauma (PTSD)
  • Stres yang bertambah berat
  • Ketegangan pada hubungan sosial
  • Depresi
  • Kegelisahan
  • Bunuh diri
  • Penyalahgunaan zat
  • Agresi dan kekerasan
  • Kehilangan tempat penting secara pribadi
  • Kehilangan otonomi dan kendali
  • Hilangnya identitas pribadi dan pekerjaan
  • Perasaan putus asa, takut, atau fatalisme

Orang-orang yang paling berisiko adalah mereka yang mengalami konsekuensi langsung dari perubahan iklim seperti kebakaran hutan, badai dahsyat, hingga banjir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia: Proses dan Faktornya

Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia: Proses dan Faktornya

Tekno | Rabu, 06 Januari 2021 | 06:52 WIB

Jadi Sorotan, Akhirnya 34 Armada Dikerahkan Angkut Sampah di Pekanbaru

Jadi Sorotan, Akhirnya 34 Armada Dikerahkan Angkut Sampah di Pekanbaru

Riau | Selasa, 05 Januari 2021 | 16:08 WIB

Peringatan! Hutan Amazon Akan Hilang pada 2064

Peringatan! Hutan Amazon Akan Hilang pada 2064

Tekno | Senin, 04 Januari 2021 | 07:30 WIB

Terkini

100 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Kemungkinan Tersapu Air Bah

100 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Kemungkinan Tersapu Air Bah

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:26 WIB

Dari Paylater ke Mindful Spending: Saat Gen Z Lebih Bijak Kelola Keuangan

Dari Paylater ke Mindful Spending: Saat Gen Z Lebih Bijak Kelola Keuangan

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Banjir Masih Menghadang, Pengamat Kritik Pembangunan Kota Semarang: Cuma Reaksi Sesaat?

Banjir Masih Menghadang, Pengamat Kritik Pembangunan Kota Semarang: Cuma Reaksi Sesaat?

Jawa Tengah | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:17 WIB

Gelar Sarjana Bukan Tiket Emas: Kenapa Lulusan Baru Susah Dapat Kerja?

Gelar Sarjana Bukan Tiket Emas: Kenapa Lulusan Baru Susah Dapat Kerja?

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:17 WIB

Pria Asal Bekasi Diciduk Polisi Usai Ajak Kepung DPR

Pria Asal Bekasi Diciduk Polisi Usai Ajak Kepung DPR

Bekaci | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:14 WIB

Prabowo-Gibran Hadiri Muktamar NU ke-35 di Jombang, Disambut Kiai dan Tokoh Nasional

Prabowo-Gibran Hadiri Muktamar NU ke-35 di Jombang, Disambut Kiai dan Tokoh Nasional

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:13 WIB

Demo DPR Bikin Warga Ogah ke Mal, Gerai Pertokoan Tampak Sepi

Demo DPR Bikin Warga Ogah ke Mal, Gerai Pertokoan Tampak Sepi

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11 WIB

Majalah Trubus dan Cara Uniknya Membawa Agrikultur ke Meja Pembaca

Majalah Trubus dan Cara Uniknya Membawa Agrikultur ke Meja Pembaca

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Tren Gila Industri Otomotif China yang Luncurkan Tiga Model Mobil Baru Setiap Hari

Tren Gila Industri Otomotif China yang Luncurkan Tiga Model Mobil Baru Setiap Hari

Otomotif | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Massa Padati Gedung DPR Tapi Tak Ada Mobil Komando, Mahasiswa Orasi Pakai Toa Seadanya

Massa Padati Gedung DPR Tapi Tak Ada Mobil Komando, Mahasiswa Orasi Pakai Toa Seadanya

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:08 WIB

×