Varian Baru Virus Corona Sudah Ada Sejak September 2020, Kok Baru Heboh?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 06 Januari 2021 | 18:30 WIB
Varian Baru Virus Corona Sudah Ada Sejak September 2020, Kok Baru Heboh?
Penampakan virus corona. [Dailymail/@Lorenzo Catalino]

Suara.com - Varian baru virus corona masih membayangi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Bahkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI sudah melarang penerbangan asal Inggris ke dalam dan keluar Indonesia.

Tapi anehnya Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), Prof. Amin Soebandrio mengatakan jika varian baru ini sudah terdeteksi sejak September 2020, lalu kenapa baru heboh di Desember 2020?

Menjawab ini Prof. Amin menduga gencarnya pemberitaan, lantaran adanya dugaan varian baru membuat kasus Covid-19 di Inggris melonjak tajam.

"Muncul infeksi pertama memang September 2020, tetapi kemudian jumlahnya meningkat tajam itu di bulan depannya," ujar Prof. Amin saat dihubungi suara.com beberapa waktu lalu.

Penampakan Virus Corona baru atau COVID-19 [NIAID flickr].
Penampakan Virus Corona baru atau COVID-19 [NIAID flickr].

"Ketika mereka (peneliti) sedang mengkaji dampak dari mutasi itu di laboratorium, diperlihatkan bahwa virus atau varian dengan mutasi itu bisa masuk ke dalam sel lebih cepat, mutasi G164G itu juga begitu," sambung Prof. Amin.

Kehadiran varian baru ini seolah menjawab melonjaknya kasus Covid-19 di Inggris, yang membuat sistem kesehatan collapse atau jatuh, karena kapasitas ruang perawatan di rumah sakit membludak alias dipenuhi pasien Covid-19.

Meski belum ada bukti varian baru ini menyebabkan tingkat keparahan sakit Covid-19, namun varian baru ini dipastikan 70 persen lebih cepat menular ke manusia, khususnya anak-anak. 

Sehingga dengan banyaknya orang tertular Covid-19, apalagi jika menimpa orang dengan penyakit penyerta atau komorbid, seperti hipertensi, jantung, diabetes, dan gangguan pernapasan akan memperburuk gejala Covid-19, bahkan meningkat risiko kematian.

"Iya yang dikhawatirkan varian baru ini lebih cepat menginfeksi, sehingga lebih cepat menular kemungkinan lebih menulari anak-anak, tapi butuh info lebih lanjut," tutupnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Filipina Kaji Tes Covid-19 Menggunakan Air Liur, Klaim 99 Persen Efektif

Filipina Kaji Tes Covid-19 Menggunakan Air Liur, Klaim 99 Persen Efektif

Health | Rabu, 06 Januari 2021 | 17:18 WIB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin : Saya Minta Tolong 2 Minggu

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin : Saya Minta Tolong 2 Minggu

Sulsel | Rabu, 06 Januari 2021 | 17:13 WIB

Vaksin Sinovac Diragukan Warga, Wagub DKI: Pemerintah Tanggung Jawab

Vaksin Sinovac Diragukan Warga, Wagub DKI: Pemerintah Tanggung Jawab

Jakarta | Rabu, 06 Januari 2021 | 17:12 WIB

Terkini

CFX Mulai Bidik Tokenisasi Aset Riil dan Stablecoin

CFX Mulai Bidik Tokenisasi Aset Riil dan Stablecoin

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:31 WIB

RUU Ketenagakerjaan Jangan Fokus di Perlindungan, Tapi Penciptaan Lapangan Kerja

RUU Ketenagakerjaan Jangan Fokus di Perlindungan, Tapi Penciptaan Lapangan Kerja

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:28 WIB

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 17:25 WIB

Arti Cicak Jatuh di Kepala atau Bahu Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

Arti Cicak Jatuh di Kepala atau Bahu Menurut Primbon Jawa, Pertanda Apa?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 17:20 WIB

Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?

Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 17:05 WIB

Nonton Pestapora Gratis iPhone Air & AirPods Max dari BRI, Ini Caranya

Nonton Pestapora Gratis iPhone Air & AirPods Max dari BRI, Ini Caranya

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 16:55 WIB

Besok Ada Promo Tiket Kereta Bayar 81 Persen, Berlaku hingga H+45

Besok Ada Promo Tiket Kereta Bayar 81 Persen, Berlaku hingga H+45

News | Minggu, 27 September 2026 | 16:48 WIB

Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul

Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 16:40 WIB

Kebakaran Melanda Restoran di Jalan Wijaya Jaksel, 17 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Melanda Restoran di Jalan Wijaya Jaksel, 17 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Minggu, 27 September 2026 | 16:35 WIB

Cara Membersihkan Lipstik Transferproof Waterproof yang Susah Hilang Tanpa Bikin Bibir Lecet

Cara Membersihkan Lipstik Transferproof Waterproof yang Susah Hilang Tanpa Bikin Bibir Lecet

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 16:35 WIB

×