Pengamat: Masyarakat Main Hakim Sendiri karena Tak Lagi Percaya Hukum

Bella

Rabu, 29 Juli 2026 | 19:18 WIB
Pengamat: Masyarakat Main Hakim Sendiri karena Tak Lagi Percaya Hukum
Ilustrasi main hakim sendiri. [gemini ai]
baca 10 detik
  • Pengamat sosiologi Universitas Jambi, Idris Sardi, menyatakan bahwa rendahnya literasi hukum memicu tindakan main hakim sendiri.
  • Pernyataan tersebut disampaikan oleh Idris Sardi di Jambi pada hari Rabu terkait fenomena perilaku agresif masyarakat.
  • Hasil analisis menunjukkan bahwa krisis kepercayaan publik terhadap penegakan hukum menyebabkan masyarakat memilih menyelesaikan persoalan di luar jalur hukum.

Suara.com - Pengamat Sosiologi Universitas Jambi (UNJA) Idris Sardi menilai rendahnya literasi hukum serta menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum menjadi faktor yang mendorong terjadinya aksi main hakim sendiri.

Menurut Idris, tindakan main hakim sendiri merupakan bentuk perilaku agresif yang dapat dilakukan oleh individu maupun kelompok sebagai pelampiasan kemarahan terhadap pihak yang dianggap menjadi penyebab suatu persoalan.

"Main hakim sendiri karena krisis kepercayaan masyarakat terhadap hukum menjadi salah satu faktor yang memicunya," kata Idris Sardi seperti dikutip Suara.com dari Antara, Rabu.

Ia menjelaskan, dalam teori sosiologi, perilaku agresif muncul ketika seseorang atau kelompok mengalami situasi yang tidak menyenangkan, kemudian melampiaskan emosinya kepada objek tertentu.

Idris mengatakan masyarakat sejatinya memiliki dua instrumen utama untuk mengendalikan perilaku sosial, yakni hukum adat dan hukum formal.

"Masyarakat sejatinya memiliki dua instrumen utama dalam mengendalikan perilaku sosial, yakni hukum adat dan hukum formal," katanya.

Menurut dia, kedua sistem tersebut berfungsi sebagai pedoman sekaligus memberikan sanksi terhadap perilaku yang dianggap menyimpang. Namun, efektivitasnya dapat melemah karena sejumlah faktor, salah satunya persepsi bahwa penegakan hukum belum sepenuhnya menghadirkan rasa keadilan.

Anak perempuan menangisi sang ayah yang diamuk massa usai diduga mencuri seekor ayam di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat (24/7/2026) [X/unmag]
Anak perempuan menangisi sang ayah yang diamuk massa usai diduga mencuri seekor ayam di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat (24/7/2026) [X/unmag]

"Efektivitas kedua instrumen itu terkadang melemah akibat beberapa faktor, salah satunya ialah munculnya anggapan bahwa penegakan hukum belum sepenuhnya menghadirkan rasa keadilan," kata dia.

Ia menambahkan, tayangan di media sosial yang menyoroti proses hukum serta anggapan bahwa mencari keadilan membutuhkan biaya besar turut memperkuat menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap hukum.

baca juga

Selain itu, persepsi negatif terhadap aparat penegak hukum membuat sebagian masyarakat memilih menyelesaikan persoalan di luar mekanisme hukum.

Idris juga menilai minimnya sosialisasi dan penyuluhan hukum menyebabkan tingkat literasi hukum masyarakat masih rendah sehingga kecenderungan melakukan aksi main hakim sendiri semakin kuat.

"Aksi main hakim sendiri yang melibatkan banyak orang umum dipilih karena dianggap memiliki risiko yang lebih kecil," ujarnya.

Menurut dia, ketika muncul kesadaran bersama atas suatu persoalan, masyarakat dapat membentuk gerakan massa yang mendorong terjadinya tindakan kolektif.

Karena itu, Idris menekankan pentingnya memperkuat literasi hukum, meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum, serta mendorong penyelesaian setiap persoalan melalui jalur hukum.

"Penguatan literasi hukum, peningkatan kepercayaan terhadap lembaga penegak hukum, serta penyelesaian setiap persoalan melalui jalur hukum perlu terus didorong agar tindakan main hakim sendiri tidak kembali terjadi di tengah masyarakat," kata Idris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika Negara Gagal Pulihkan Kepercayaan Publik, Vigilantisme Diprediksi Kian Meluas

Jika Negara Gagal Pulihkan Kepercayaan Publik, Vigilantisme Diprediksi Kian Meluas

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:38 WIB

Hidup Berpindah Mengikuti Hutan: Perjuangan Punan Batu Benau-Sajau Mempertahankan Ruang Hidup

Hidup Berpindah Mengikuti Hutan: Perjuangan Punan Batu Benau-Sajau Mempertahankan Ruang Hidup

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 11:07 WIB

750 Personel Gabungan Kawal Demo Cipayung Plus dan Mahasiswa Hukum Hari Ini

750 Personel Gabungan Kawal Demo Cipayung Plus dan Mahasiswa Hukum Hari Ini

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:52 WIB

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:21 WIB

Amnesty International: Kejahatan Harus Dilawan dengan Hukum, Bukan Penghakiman Massa

Amnesty International: Kejahatan Harus Dilawan dengan Hukum, Bukan Penghakiman Massa

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:56 WIB

Mengapa Penetapan Hutan Adat Menjadi Penentu Masa Depan Punan Batu?

Mengapa Penetapan Hutan Adat Menjadi Penentu Masa Depan Punan Batu?

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:59 WIB

Sosiolog UGM: Aksi Main Hakim Sendiri Cermin Brutalitas Elite dan Krisis Hukum

Sosiolog UGM: Aksi Main Hakim Sendiri Cermin Brutalitas Elite dan Krisis Hukum

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 16:53 WIB

Gaji Naik, Korupsi Turun? Sebuah Asumsi yang Perlu Diuji

Gaji Naik, Korupsi Turun? Sebuah Asumsi yang Perlu Diuji

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:50 WIB

Komisi III DPR: Penangkapan Kasat Resnarkoba Tangsel Bukti Polri Tak Pandang Bulu Tegakkan Hukum

Komisi III DPR: Penangkapan Kasat Resnarkoba Tangsel Bukti Polri Tak Pandang Bulu Tegakkan Hukum

DPR | Selasa, 28 Juli 2026 | 13:22 WIB

Komisi XIII DPR Kecam Keroyok Massa di Bali: Desak Penegakan Hukum & Pendampingan Trauma Anak Korban

Komisi XIII DPR Kecam Keroyok Massa di Bali: Desak Penegakan Hukum & Pendampingan Trauma Anak Korban

DPR | Selasa, 28 Juli 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:39 WIB

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:30 WIB

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

×