Dialami Tanya Roberts, Bisakah Infeksi Saluran Kemih Menyebabkan Kematian?

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 07 Januari 2021 | 10:54 WIB
Dialami Tanya Roberts, Bisakah Infeksi Saluran Kemih Menyebabkan Kematian?
Ilustrasi infeksi saluran kemih. (Shutterstock)

Suara.com - Artis Hollywood Tanya Robert dikabarkan meninggal dunia akibat sakit infeksi saluran kemih. Sempat menjalani rawat inap di rumah sakit, pemeran film Bond Girl itu meninggal dalam usia 65 tahun pada 4 Januari 2021.

Infeksi saluran kemih (ISK) sering dikaitkan dengan nyeri buang air kecil atau sensasi terbakar. Namun yang dialami Tanya Roberts diketahui juga terjadi komplikasi.

Diduga, infeksi saluran kemih yang diderita Roberts berbeda dari ISK yang lebih umum dialami hingga 60 persen perempuan, kata seorang ginekolog dan spesialis pengobatan seksual dari Women's Healthcare of Princeton, Maria Sophocles. MD., kepada Fox News.

"Memiliki ISK adalah hal yang sangat umum bagi seorang wanita. Beberapa mengalami ISK berulang, yaitu jika Anda terkena ISK dalam waktu tiga bulan sejak infeksi awal," kata Maria.

Maria mengatakan, ISK biasanya mudah diobati dan mudah didiagnosis oleh dokter karena gejala yang ditimbulkannya, seperti rasa terbakar saat buang air kecil, darah dalam urin, atau sering buang air kecil.

"ISK kebanyakan dimulai di saluran kemih bagian bawah, yaitu kandung kemih dan uretra," katanya.

"Selama berada di saluran kemih bagian bawah, itu tidak berbahaya. Tapi juga tidak nyaman," imbuh Maria.

Namun, jika infeksi tidak diobati atau tidak terdeteksi, ISK dapat meningkat dan berdampak pada ginjal atau organ lain. Tidak jelas apakah Roberts memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya, atau apakah dia telah mencari pengobatan untuk ISK sebelum dirawat di rumah sakit.

Kerabat dekat Roberts, Lance O'Brien, mengatakan kepada Fox News bahwa Tanya Roberts mengalami komplikasi dari ISK yang menyebar ke ginjal, hati, dan kantong empedu. Kemudian juga masuk ke dalam darahnya.

baca juga

Maria melanjutkan, infeksi saluran kemih bagian atas memang jauh lebih mungkin berakibat fatal hingga menyebabkan kematian. Sedangkan ISK bagian bawah, jika cepat mendapat pengobatan yang tepat, tidak mungkin mengalami kondisi parah dan komplikasi.

"Perawatan untuk ISK bagian bawah sederhana. Cukup antibiotik, tiga sampai tujuh hari untuk mengendalikan infeksi bakteri. Setelah berada di saluran kemih bagian atas, Anda mungkin memerlukan antibiotik IV di rumah sakit. Jika Tanya Roberts dirawat, infeksi bakteri tidak terkendali," tuturnya.

Tetap cukup minum adalah kunci dalam mencegah terjadinya ISK, ucap Maria. Seperti memastikan vagina tetap penuh dengan estrogen, terutama bagi wanita yang sudah menopause.

Banyak juga yang percaya bahwa buang air kecil setelah berhubungan seks dapat membantu mencegah infeksi. Karena berhubungan seks dapat menyebabkan bakteri masuk ke vagina. Selain itu juga mengonsumsi vitamin C.

"Ketika kita mengasamkan urin, seperti mengonsumsi suplemen vitamin C, bakteri tidak menyukainya jadi itu tindakan pencegahan lain. Ada juga resep obat yang bukan antibiotik, tapi antibakteri yang mencegah bakteri mengikat dinding kandung kemih," jelas Maria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rentan Alami ISK, Ini yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil

Rentan Alami ISK, Ini yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil

Sumut | Selasa, 24 November 2020 | 16:19 WIB

Bisa Cegah Infeksi Saluran Kemih, Simak 5 Manfaat Mandi Cuka Sari Apel

Bisa Cegah Infeksi Saluran Kemih, Simak 5 Manfaat Mandi Cuka Sari Apel

Health | Kamis, 08 Oktober 2020 | 13:15 WIB

Sering Terabaikan, Kenali 6 Masalah Kelamin yang Banyak Dialami Anak Gadis

Sering Terabaikan, Kenali 6 Masalah Kelamin yang Banyak Dialami Anak Gadis

Health | Senin, 05 Oktober 2020 | 15:50 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×