Serangga Masuk ke Dalam Telinga, Begini Penanganannya

Vania Rossa | Suara.com

Jum'at, 08 Januari 2021 | 13:06 WIB
Serangga Masuk ke Dalam Telinga, Begini Penanganannya
Ilustrasi Serangga Masuk ke Dalam Telinga. (Shutterstock)

Suara.com - Pernahkah kamu merasa ada sesuatu yang bergerak dan berdenging di dalam telinga? Atau mungkin tiba-tiba saat terbangun pendengaran di telinga menjadi berkurang? Bisa jadi itu salah satu tanda kalau ada serangga masuk ke dalam telinga.

Jenis serangga yang bisa masuk ke dalam telinga mulai dari nyamuk, lebah, bahkan kecoa. Tentu saja ini berbahaya. Telinga luar dan sisi luar gendang telinga memiliki beberapa saraf kranial yang menyampaikan informasi ke otak. Benda asing, seperti serangga, dapat mengiritasi saraf ini.

Nah, kamu bisa curiga ada serangga masuk ke dalam telinga jika terasa ada sesuatu yang bergerak atau berdenging di dalam telinga, yang menandakan serangga masih hidup di dalam telinga. Atau, gejala lainnya bisa kamu amati kewat beberapa tanda berikut.

  • Telinga terasa penuh
  • Pembengkakan pada telinga
  • Pendarahan atau nanah mengalir dari telinga
  • Gangguan pendengaran

Jangan panik jika memang benar ada serangga masuk ke dalam telinga. Segera lakukan langkah-langkah untuk mengeluarkan serangga tersebut dengan cara berikut, seperti dikutip dari Medicalnewstoday.

  1. Miringkan kepala ke sisi yang terdapat serangga. Hal ini dapat dilakukan dengan menggoyangkan kepala dengan lembut untuk mengusir serangga. Usahakan jangan memukul telinga karena ini dapat menyebabkan masalah baru.
  2. Jika serangga masih hidup, coba tuangkan sedikit minyak sayur ke dalam telinga. Minyak sayur akan membuat serangga mati lemas sehingga lebih mudah dikeluarkan.
  3. Jika serangga sudah mati, coba bilas keluar dari telinga menggunakan air hangat.
  4. Hindari menempelkan pinset, cotton bud, atau benda lain ke dalam telinga. Hal ini hanya akan membuat serangga terdorong lebih jauh yang menyebabkan kerusakan gangguan pendengaran.
  5. Terangi telinga dengan lampu senter atau lampu ponsel. Konon, cara itu dapat membuat serangga keluar dari telinga karena ia menemukan jalan keluar.
  6. Jika Anda sebelumnya telah mengalami masalah telinga, seperti infeksi telinga, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Lalu, bagaimana cara mencegah agar kejadian serangga masuk ke dalam telinga tak terulang lagi? Anda bisa mrncoba beberapa cara berikut.

  1. Oleskan obat nyamuk losion di sekitar telinga, terutama di wilayah yang banyak serangga.
  2. Pakai penutup telinga saat berkemah. Hal ini sangat berguna untuk mencegah masuknya serangga ke dalam telinga.
  3. Jaga kebersihan rumah untuk mengurangi kemungkinan masuknya serangga di dalam ruangan. (Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Bahan Pembasmi Kecoa Alami dari Kopi sampai Daun Salam

5 Bahan Pembasmi Kecoa Alami dari Kopi sampai Daun Salam

Lifestyle | Senin, 16 November 2020 | 19:10 WIB

Bentol-bentol Karena Gigitan Serangga? Atasi dengan 4 Cara Sederhana Ini!

Bentol-bentol Karena Gigitan Serangga? Atasi dengan 4 Cara Sederhana Ini!

Jatim | Rabu, 23 September 2020 | 21:27 WIB

Radiasi HP Terbukti Membunuh Populasi Serangga

Radiasi HP Terbukti Membunuh Populasi Serangga

Tekno | Sabtu, 19 September 2020 | 17:51 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB