alexametrics

Hanya dari Perubahan di Mata, Peneliti Bisa Identifikasi Penyakit Parkinson

Arendya Nariswari | Rosiana Chozanah
Hanya dari Perubahan di Mata, Peneliti Bisa Identifikasi Penyakit Parkinson
Ilustrasi penyakit Parkinson (Shutterstock)

Menurut peneliti, perubahan di retina mencerminkan neuron yang hampir mati.

Suara.com - Para peneliti telah menemukan cara untuk untuk mendiagnosis penyakit Parkinson secara dini hanya dengan peralatan pencitraan non invasif dan tidak mahal.

Cara ini diketahui setelah peneliti menemukan adanya perubahan pada mata pasien penyakit Parkinson.

Tim peneliti yang dipimpin oleh spesialis mata dari Duke University Medical Center, Durham, North Carolina, melaporkan penderita Parkinson mengalami penurunan perfusi mikrovaskular retinal dan perubahan struktural pada koroid.

"Kelompok kami sebelumnya telah melaporkan perubahan retina pada pasien dengan Alzheimer dan gangguan kognitif ringan. Kami sekarang memperluas penelitian ini untuk penyakit Parkinson," kata penulis utama studi, Cason Robbins, BS, mahasiswa kedokteran di Duke University.

Baca Juga: Studi: Jantung Sehat Bisa Bantu Cegah Demensia di Masa Tua

Menurutnya, perubahan di retina mencerminkan neuron yang hampir mati seperti yang terjadi di otak pasien Parkinson dan Alzheimer.

Ilustrasi pemeriksaan mata. [Shutterstock]
Ilustrasi pemeriksaan mata. [Shutterstock]

Mereka melakukan studi ini agar penderita masalah neurologis seperti Alzheimer dan penyakit Parkinson dapat didiganosis lebih awal secara akurat sehingga kondisi mereka dapat dipantau.

"Menggunakan mata adalah peluang besar untuk membantu hal ini. Mata adalah jendela ke otak dan dapat digunakan untuk mendeteksi perubahan awal di otak," jelas penulis senior, Dilraj Grewal, MD, dari Duke University School of Medicine, dilansir Medscape.

Studi

Dalam studi ini, peneliti menggunakan optical coherence tomography (OCT) dan OCT-Angiography untuk membandingkan struktur dan mikrovaskulatur retina serta koroid di mata 69 pasien Parkinson.

Baca Juga: Apa Itu Delirium? Gejala, Penyebab, Hingga Perbedaannya dengan Demensia

Mereka juga melibatkan 137 individu kontrol yang sehat secara kognitif sesuai usia dan jenis kelamin.

Komentar