Jangan Panik, Lakukan Tindakan Ini saat Alami Efek Samping Vaksin Covid-19

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 11 Januari 2021 | 19:09 WIB
Jangan Panik, Lakukan Tindakan Ini saat Alami Efek Samping Vaksin Covid-19
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito.

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa vaksin sinovac, CoronaVac aman untuk penggunaan darurat/Emergency Use Authorization (EUA). Meskipun begitu, vaksin CoronaVac sama seperti vaksin Covid-19 lain yang masih memungkinkan memiliki efek samping.

Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa efek samping dari CoronaVac masih tergolong ringan hingga sedang, begini kira-kira yang perlu Anda lakukan saat mengalami efek samping. 

Menurut BPOM penerima vaksin yang mengalami efek samping biasanya disebut dengan KIPI atau kejadian ikutan pasca imunisasi. Penny mengimbau bagi orang yang mengalami efek samping maka tindakan awalnya adalah melapor. 

"Itu tentunya bisa dilaporkan pada fasilitas layanan kesehatan di mana dia diberikan vaksin tadi ya, kemudian dari situ dilaporkan lagi ke Komda KIPI," ujar Penny pada Konferensi Pers pada Senin, (11/1/2021).

Kemudian Komda akan melapor ke nasional, namun biasanya pelaporan hingga tingkat ini hanya akan dilakukan pada laporan efek samping serius. 

Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito. (Media Briefing Pengawalan Keamanan, Khasiat, dan Mutu Vaksin COVID-19)
Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito. (Media Briefing Pengawalan Keamanan, Khasiat, dan Mutu Vaksin COVID-19)

"Kalau kejadian ringan mungkin bisa dilakukan pertolongan setempat atau ditunggu sebentar, mungkin ada yang dalam 30 menit hilang dan ditunggu dalam beberapa menit, tapi kalau kejadiannya berat nanti baru ada jenjang laporan," imbuhnya. 

Pelaporan pada kasus parah bisa sampai pada BPOM sebagai pusat Monitoring Efek Samping Obat (MEZO). 

Efek samping Vaksin CoronaVac dari Sinovac bisa berupa efek samping lokal di mana akan tereasa nyeri, iritasi, dan pembengkakan. Ada juga efek samping sistemik berupa nyeri otot  dan demam.

Sementara frekuensi efek samping dengan derajat berat muncul berupa sakit kepala, masalah kulit, hingga diare hanya terjadi sekitar pada 0,1, hingga 1 persen.

"Efek samping tersebut bukanlah efek samping berbahaya dan dapat pulih kembali," imbuh Penny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MUI: Fatwa Halal Perkuat Hukum Syariah Vaksin Sinovac

MUI: Fatwa Halal Perkuat Hukum Syariah Vaksin Sinovac

Banten | Senin, 11 Januari 2021 | 18:40 WIB

Dahlan Iskan Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Dahlan Iskan Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Bekaci | Senin, 11 Januari 2021 | 18:32 WIB

Ahli: Antibodi Baru Meningkat 2 hingga 4 Minggu Usai Suntikan Vaksin Kedua

Ahli: Antibodi Baru Meningkat 2 hingga 4 Minggu Usai Suntikan Vaksin Kedua

Health | Senin, 11 Januari 2021 | 18:25 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB