Penemuan Mutasi Gen untuk Mengembangkan Obat Autisme yang Efektif

Arendya Nariswari | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 12 Januari 2021 | 08:44 WIB
Penemuan Mutasi Gen untuk Mengembangkan Obat Autisme yang Efektif
Ilustrasi autisme. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi yang dilakukan Profesor Sagiv Shifman dari Life Sciences Institute di Universitas Ibrani Yerusalem dan Pusat Penelitian Autisme menemukan gen terkait autisme cenderung terlibat dalam regulasi gen lain dan beroperasi secara 'istimewa' di tiga area otak, yakni korteks, striatum, dan otak kecil.

Otak kecil bertanggung jawab atas fungsi motorik. Temuan terbaru ini menunjukkan otak kecil juga berkontribusi pada perkembangan banyak fungsi kognitif dan sosial seseorang.

Studi yang terbit di Nature Comunications ini menguji salah satu gen paling menonjol yang berkaitan dengan autisme, yaitu Pogz.

Shifman memilig gen khusus ini berdasarkan temuan sebelumnya.

Bekerja sama dengan Profesor Yosef Yarom dari Edmond & Lily Safra Center for Brain Sciences di Hebrew University dan laboratorium lain di seluruh dunia, mereka menyelidiki bagaimana mutasi gen Pogz berdampak pada perkembangan otak pada tikus dan fungsi otak kecil hewan tersebut.

Ilustrasi anak autisme. (Shutterstock)
Ilustrasi anak autisme. (Shutterstock)

Melansir Medical Xpress, temuan menyimpulkan mutasi gen menyebabkan perilaku hiper-sosial, kemampuan belajar, dan berdampak pada perkembangan fisik tikus.

Setelah perkembangan lebih lanjut, tim peneliti mengamati bahwa mutasi genetik memengaruhi proliferasi sel di otak dan menghambat produksi neuron baru.

Peneliti percaya kemungkinan inilah alasannya mengapa beberapa anak dengan mutasi gen menunjukkan ukuran kepala yang lebih kecil dari rata-rata orang lainnya.

Meski saat ini belum ada obat efektif untuk gejala utama autisme, Profesor Yarom percaya temuan ini dapat berperan dalam perkembangan obat yang secara langsung mengubah proses saraf di otak kecil.

"Studi kami dengan gen spesifik yang terkait autisme dan berdampak signifikan pada fungsi otak memberi kami harapan besar bahwa kami mampu mengembangkan obat-obatan untuk membantu anak autisme," jelas Profesor Shifman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Cara Lucy Wiryono Terima Kenyataan saat Tahu Putrinya Autisme

Begini Cara Lucy Wiryono Terima Kenyataan saat Tahu Putrinya Autisme

Entertainment | Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:39 WIB

Anak Didiagnosis Autisme, Lucy Wiryono Sempat Bingung Mau Apa

Anak Didiagnosis Autisme, Lucy Wiryono Sempat Bingung Mau Apa

Entertainment | Selasa, 20 Oktober 2020 | 13:25 WIB

Ibu Kontak 911, Bocah 13 Tahun Penyandang Autisme Malah Ditembak Polisi AS

Ibu Kontak 911, Bocah 13 Tahun Penyandang Autisme Malah Ditembak Polisi AS

News | Kamis, 10 September 2020 | 05:39 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB