Studi: Covid-19 Bisa Jadi Endemik, Seperti Virus Corona Penyebab Flu Ringan

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 14 Januari 2021 | 15:21 WIB
Studi: Covid-19 Bisa Jadi Endemik, Seperti Virus Corona Penyebab Flu Ringan
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru yang terbit dalam jurnal Science menunjukkan virus corona penyebab Covid-19 dapat menyerupai virus corona lain yang menyebabkan flu ringan.

Peneliti mencatat empat virus corona penyebab flu biasa sudah menyebar di masyarakat sejak lama dan hampir semua orang terinfeksi di masa kanak-kanak.

Menurut mereka, infeksi alami di masa kecil memberikan kekebalan yang dapat melindungi dari penyakit parah di lain waktu. Namun, kekebalan tidak mencegah infeksi ulang secara berkala.

Sama halnya dengan Covid-19, penelitian memperlihatkan bahwa infeksi SARS-CoV-2 endemik dapat menjadi penyakit anak usia dini, yang mana infeksi dapat terjadi di antara usia tiga dan lima tahun.

Tidak seperti sekarang, Covid-19 endemik ini akan menjadi ringan.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona (Pixabay/mohamed_hassan)

Peneliti mengatakan orang dewasa masih dapat terkena, namun infeksi pada masa kanak-kanak akan memberikan perlindungan kekebalan terhadap penyakit parah.

Seberapa cepat 'pergeseran' ini terjadi tergantung pada seberapa cepat dan jenis respons kekebalan apa yang dihasilkan vaksin Covid-19.

Apabila vaksin memicu perlindungan jangka pendek dalam mencegah infeksi kembali tetapi masih bisa mengurangi keparahan penyakit, Covid-19 bisa menjadi endemik secara lebih cepat.

"Pemodelan ini mengasumsikan kekebalan terhadap SARS-CoV-2 bekerja serupa dengan virus corona yang lain. Kami tidak benar-benar tahu seperti apa jadinya jika seseorang tertular salah satu virus corona lain untuk pertama kalinya ketika dewasa, bukan saat masih kanak-kanak," tulis Ottar Bjornstad, profesor, dan ahli epidemiologi di Penn State, Pennsylvania, dilansir The Health Site.

Selain itu, pemodelan juga memprediksi bahwa rasio kematian akibat Covid-19 kemungkinan akan turun di bawah penyakit influenza musiman (0,1%), setelah kondisi endemik tercapai.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

"Kita berada di wilayah yang belum dipetakan, tetapi pesan utama yang dapat diambil dari penelitian ini adalah indikator imunologi menunjukkan tingkat kematian dan kebutuhan kritis untuk vaksinasi skala luas dapat berkurang dalam waktu dekat," sambungnya.

Karenanya, ia mencatat bahwa upaya maksimal harus dilakukan untuk mengatasi pandemi virus corona ini dalam perjalanan menuju endemisitas.

Vaksin Covid-19 yang aman dan efektif dapat menyelamatkan banyak orang dalam satu atau dua tahun pertama vaksinasi. Namun ketika penyakit tersebut sudah menjadi endemik, vaksinasi massal kemungkinan sudah tidak begitu kritis.

Tetapi, vaksinasi yang ditargetkan pada subpopulasi rentan mungkin masih bisa menyelamatkan hidup mereka.

Para peneliti mencatat jika infeksi primer pada anak-anak ringan setelah virus menjadi endemik, vaksinasi luas mungkin tidak diperlukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Khawatir Mutasi pada Varian Baru Virus Corona Bisa Lolos Vaksin

Ilmuwan Khawatir Mutasi pada Varian Baru Virus Corona Bisa Lolos Vaksin

Health | Kamis, 14 Januari 2021 | 14:37 WIB

Berlinang Air Mata, Syekh Ali Jaber Ajak Umat Waspadai Virus Corona

Berlinang Air Mata, Syekh Ali Jaber Ajak Umat Waspadai Virus Corona

Hits | Kamis, 14 Januari 2021 | 11:33 WIB

Hari Ini, 91 Kabupaten dan Kota di Indonesia Mulai Vaksinasi Virus Corona

Hari Ini, 91 Kabupaten dan Kota di Indonesia Mulai Vaksinasi Virus Corona

Health | Kamis, 14 Januari 2021 | 10:27 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB