Meski Sering Berolahraga, Kelebihan Berat Badan Tetap Rugikan Jantung

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Sabtu, 23 Januari 2021 | 10:38 WIB
Meski Sering Berolahraga, Kelebihan Berat Badan Tetap Rugikan Jantung
Kelebihan berat badan. (shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan bisa berefek pada kesehatan jantung, bahkan ketika Anda aktif secara fisik. Artinya, penelitian menegaskan bahwa tidak ada istilah gemuk tapi sehat untuk jantung.

"Seseorang tidak bisa gemuk tapi sehat, menjadi sehat dengan aktif secara fisik tidak menghilangkan efek kesehatan yang merugikan akibat kelebihan lemak tubuh," kata penulis studi Dr. Alejandro Lucia dari European University, Madrid, Spanyol seperti yang dikutip dari Medicalxpress.

"Penemuan kami membantah anggapan bahwa gaya hidup aktif secara fisik dapat sepenuhnya meniadakan efek merusak dari kelebihan berat badan dan obesitas," imbuhnya.

Penelitian telah diterbitkan pada Journal of Preventive Cardiology dari jurnal European Society of Cardiology (ESC).

Melansir dari Medicalxpress, ada beberapa bukti bahwa kebugaran dapat mengurangi efek negatif dari kelebihan berat badan pada kesehatan jantung.

"Ini telah menyebabkan banyak orang memprioritaskan aktivitas fisik dan kebugaran daripada menurunkan berat badan. Studi kami berusaha untuk mengklarifikasi hubungan antara aktivitas, berat badan, dan kesehatan jantung," ujar Lucia.

Studi ini menggunakan data dari 527.662 pekerja dewasa di Spanyol. Usia rata-rata peserta adalah 42 tahun dan 32 persen di antaranya adalah perempuan. Dalam studi ini, kesehatan kardiovaskular ditentukan berdasarkan tiga faktor risiko utama serangan jantung dan stroke, yaitu diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.

Sekitar 42 persen peserta memiliki berat badan normal, 41 persen kelebihan berat badan, dan 18 persen mengalami obesitas. Mayoritas 63,5 persen peserta tidak aktif secara fisik, sedangkan 12,3 persen kurang aktif, dan 24,2 persen aktif secara teratur. Sekitar 30 persen memiliki kolesterol tinggi, 15 persen memiliki tekanan darah tinggi, dan 3 persen menderita diabetes.

lemak perut, obesitas, perut buncit (Pixabay/jarmoluk)
lemak perut, obesitas, perut buncit (Pixabay/jarmoluk)

Pada semua bobot, kemungkinan diabetes dan hipertensi menurun dengan meningkatnya aktivitas fisik. “Lebih banyak aktivitas lebih baik, jadi berjalan 30 menit per hari lebih baik daripada berjalan 15 menit sehari,” kata Lucia.

"Namun aktivitas fisik tampaknya tidak menggantikan efek negatif dari kelebihan berat badan pada masalah jantung," imbuhnya. 

Lucia menyimpulkan bahwa memerangi obesitas dan ketidakaktivan secara fisik sama pentingnya.

"Penurunan berat badan harus tetap menjadi target utama kebijakan kesehatan bersama dengan cara gaya hidup aktif," papar Lucia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gawai Bisa Pengaruhi Mental hingga Jantung, Berapa Lama Ideal Pemakaian?

Gawai Bisa Pengaruhi Mental hingga Jantung, Berapa Lama Ideal Pemakaian?

Health | Jum'at, 22 Januari 2021 | 14:03 WIB

Deretan Mitos Tentang Gula, Salah Satunya Menyebabkan Diabetes Tipe 2

Deretan Mitos Tentang Gula, Salah Satunya Menyebabkan Diabetes Tipe 2

Health | Kamis, 21 Januari 2021 | 16:59 WIB

Sering Tak Disadari, Ini Gejala Sakit Jantung Aritmia yang Harus Diwaspadai

Sering Tak Disadari, Ini Gejala Sakit Jantung Aritmia yang Harus Diwaspadai

Malang | Rabu, 20 Januari 2021 | 15:10 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB