Selat Hormuz Diwarnai Perang Besar AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam!

M Nurhadi

Kamis, 16 Juli 2026 | 11:14 WIB
Selat Hormuz Diwarnai Perang Besar AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam!
IRGC Iran merespon serangan AS dengan menyerang titik strategis AS di Timur Tengah [Ist]
baca 10 detik
  • Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara masif terhadap situs pertahanan dan rudal Iran pada hari Rabu kemarin.
  • Iran merespons serangan tersebut dengan membombardir pangkalan militer Amerika di Kuwait, Bahrain, serta wilayah Yordania secara intensif.
  • Konflik memicu penutupan Selat Hormuz yang menghentikan jalur distribusi energi global serta meningkatkan harga minyak mentah dunia.

Suara.com - Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase baru yang sangat krusial. Angkatan bersenjata AS meluncurkan dua gelombang serangan udara masif yang menargetkan sistem pertahanan pantai serta situs peluncuran rudal Iran pada hari Rabu waktu setempat.

Langkah ini diambil usai Washington memberlakukan kembali blokade maritim di pelabuhan-pelabuhan Iran. Pihak Iran langsung melancarkan aksi balasan dengan membombardir basis militer AS di negara-negara tetangga, seraya menegaskan bahwa mereka kini terlibat dalam perang eksistensial melawan Amerika.

Dilaporkan Reuters, eskalasi ini meletus hanya berselang beberapa hari setelah runtuhnya kesepakatan gencatan senjata yang rapuh, memicu kekhawatiran global akan kembalinya perang terbuka skala penuh. 

Aksi saling serang ini semakin intensif sejak Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada akhir pekan lalu. Operasi militer yang sedang berlangsung secara otomatis menghentikan lalu lintas kapal di jalur pelayaran vital tersebut, yang sebelum perang menyumbang seperlima dari total pengiriman minyak dan gas bumi global.

Dampak ekonominya langsung terasa di pasar komoditas, di mana minyak mentah jenis Brent ditutup pada level tertinggi dalam satu bulan terakhir di posisi 84,95 dolar AS per barel pada perdagangan Rabu.

Komando Pusat AS (U.S. Central Command) memaparkan bahwa gelombang pertama serangan udara dimulai sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat, dengan target pertahanan pantai serta gudang penyimpanan rudal jelajah di Pulau Tunb Besar. Sembilan jam kemudian, serangan gelombang kedua diluncurkan ke sejumlah kota strategis.

"Pasukan AS menyerang pusat komando Iran, situs pertahanan udara, kemampuan rudal dan drone, serta fasilitas pengawasan pantai," kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa operasi tersebut juga menyasar wilayah Bandar Abbas, yang merupakan kota pelabuhan terbesar di Iran sekaligus markas penting bagi Angkatan Laut dan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) di Selat Hormuz.

"Pagi ini, pasukan Amerika menyerang pertahanan pantai dan situs rudal jelajah di Pulau Tunb Besar dalam gelombang serangan selama 90 menit," tambah militer AS.

Di sisi lain, IRGC mengonfirmasi telah melepaskan serangan rudal dan pesawat tanpa awak ke target militer Amerika di kawasan regional, termasuk di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

baca juga

Pihak Pengawal Revolusi mengeklaim berhasil menghantam titik berkumpulnya personel militer AS serta sistem radar di pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait.

Tiga pejabat berwenang AS mengungkapkan kepada Reuters bahwa operasi militer ini sengaja dirancang untuk membuka kembali Selat Hormuz secara paksa, sekaligus melumpuhkan kapabilitas tempur Iran sebelum AS mengeksekusi rencana operasi militer yang lebih kompleks.

Selain itu, militer AS juga melaporkan telah melumpuhkan sebuah kapal tanker kosong yang nekat berlayar menuju Pulau Kharg milik Iran dengan menembakkan rudal Hellfire ke arah cerobong kapal setelah mengabaikan peringatan.

Sejak mengaktifkan kembali blokade laut pada Selasa, militer AS tercatat telah memaksa dua kapal mengubah rute dan melumpuhkan satu kapal lainnya.

Media lokal Iran melaporkan serangkaian ledakan hebat terjadi di wilayah pesisir pantai seperti Bandar Abbas. Dentuman keras akibat hantaman proyektil juga terdengar di sekitar kota Ahvaz, kawasan pedalaman utara Teluk, serta wilayah Konarak, Sirik, dan Qeshm di selatan Iran.

Stasiun televisi Press TV melaporkan sedikitnya ada dua ledakan di kota Khondab yang berjarak sekitar 250 kilometer dari Teheran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap-siap BBM Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Telah Melonjak 4 Hari

Siap-siap BBM Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Telah Melonjak 4 Hari

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:09 WIB

Kemlu Iran: Tidak Ada  Negosiasi Damai dengan Amerika!

Kemlu Iran: Tidak Ada Negosiasi Damai dengan Amerika!

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:56 WIB

Resmi! Iran Siap Angkat Senjata Melawan Amerika Serikat

Resmi! Iran Siap Angkat Senjata Melawan Amerika Serikat

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:39 WIB

Efek AS Blokir Selat Hormuz Sudah Terasa, Tanker Minyak Menuju Iran Lumpuh

Efek AS Blokir Selat Hormuz Sudah Terasa, Tanker Minyak Menuju Iran Lumpuh

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 08:25 WIB

Ratusan Anak Penderita Kanker di Iran Terlantar Akibat Ledakan Rudal AS

Ratusan Anak Penderita Kanker di Iran Terlantar Akibat Ledakan Rudal AS

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:50 WIB

Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran

Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:37 WIB

Terkini

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain

Bola | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Penyekatan Demonstrasi dan Nyawa Warga: Pejompongan Jangan Jadi 'Zona Berbahaya'

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

Sekolah Terdampak Gempa NTT Mulai Belajar Besok, Metode Disesuaikan Kondisi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke

Dorong UMKM Naik Kelas, BRI Pertajam Ekosistem Klaster Usaha di Merauke

Bri | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat

Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Menunggu Desember: Apa yang Masih Mengganjal dari RUU Perampasan Aset?

Menunggu Desember: Apa yang Masih Mengganjal dari RUU Perampasan Aset?

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Karhutla Makin Membara di Kalteng, Hotspot Bertambah 876 Jadi 5.391 Titik

Karhutla Makin Membara di Kalteng, Hotspot Bertambah 876 Jadi 5.391 Titik

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:42 WIB

5 Sifat dan Karakter Utama Zodiak Cancer Pria, Hangat di Balik Kesan yang Misterius

5 Sifat dan Karakter Utama Zodiak Cancer Pria, Hangat di Balik Kesan yang Misterius

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:35 WIB

×