Studi Awal Menunjukkan Varian Baru Virus Corona Inggris Lebih Mematikan

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Sabtu, 23 Januari 2021 | 13:11 WIB
Studi Awal Menunjukkan Varian Baru Virus Corona Inggris Lebih Mematikan
Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML

Suara.com - Pejabat Inggris mengatakan varian virus corona yang ditemukan di negara mereka kemungkinan lebih mematikan daripada jenis lainnya. Namun, mereka menekankan bahwa bukti untuk pernyataan tersebut masih belum pasti.

Varian baru virus corona, yang dinamai B.1.1.7, pertama kaki diidentifikasi di Kent, Inggris, pada September tahun lalu dan sejak saat itu mulai menyebar ke berbagai negara lainnya.

Studi menunjukkan varian baru ini lebih menular dari strain virus corona sebelumnya, dengan persentase 50% hingga 70% lebih mudah ditularkan ke orang lain.

"Selain menyebar lebih cepat, sekarang juga tampak ada beberapa bukti bahwa varian baru mungkin terkait dengan tingkat kematian yang lebih tinggi," ujar Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dalam konferensi pers, Jumat (22/1/2021).

Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

Melansir Live Science, data tersebut berasal dari studi pendahuluan tentang tingkat kematian di antara pasien Covid-19 yang terinfeksi varian B.1.1.7.

Salah satunya studi dari The London School of Hygiene & Tropical Medicine yang mengamati 2.583 kematian di antara 1,2 juta orang positif virus corona di Inggris.

Peneliti menemukan penderita Covid-19 dari strain baru sekitar 30% lebih mungkin meninggal dalam 28 hari dibandingkan orang yang terinfeksi jenis lainnya.

Kepala penasihat ilmiah Inggris, Patrick Valance, mengatakan di dalam seribu orang berusia 60-an yang terinfeksi virus corona strain lain, sekitar 10 diperkirakan meninggal. Tetapi pada strain baru, jumlah kematian meningkat menjadi 13 orang per seribu.

Namun, kasus awal yang dianalisis kemungkinan tidak mewakili total populasi sekarang. Selain itu, pejabat melihat peningkatan kematian ketika melihat data keseluruhan dari yang positif terinfeksi virus.

baca juga

Sebaliknya, apabila mereka melihat data pasien yang dirawat di rumah sakit, pejabat tidak akan melihat peningkatan mortalitas (jumlah kematian) terkait varian baru.

"Buktinya belum kuat. Ada banyak ketidakpastian seputar angka-angka ini, dan kami membutuhkan lebih banyak penelitian untuk mencari penanganan yang tepat terkait masalah ini," ujar Valance.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditundukkan dalam Waktu Singkat, Wakil Inggris Puji Kehebatan The Daddies

Ditundukkan dalam Waktu Singkat, Wakil Inggris Puji Kehebatan The Daddies

Sumsel | Jum'at, 22 Januari 2021 | 22:24 WIB

Wakil Inggris Akui Tak Mampu Keluar dari Tekanan The Daddies

Wakil Inggris Akui Tak Mampu Keluar dari Tekanan The Daddies

Sport | Jum'at, 22 Januari 2021 | 21:19 WIB

Wayne Rooney Pede Manchester United Juara Liga Inggris Musim Ini

Wayne Rooney Pede Manchester United Juara Liga Inggris Musim Ini

Sumut | Jum'at, 22 Januari 2021 | 21:00 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×