7 Relawan Uji Klinis Vaksin di Bandung Positif Covid-19, Kok Bisa?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 23 Januari 2021 | 19:39 WIB
7 Relawan Uji Klinis Vaksin di Bandung Positif Covid-19, Kok Bisa?
Ilustrasi Vaksin Covid-19. [AFP/Norberto Duarte]

Suara.com - Kasus orang yang positif Covid-19 setelah divaksinasi ternyata tidak hanya dialami Bupati Sleman Sri Purnomo. Tapi juga 7 orang relawan uji klinis fase 3 akhir vaksin Covid-19 di Bandung, Jawa Barat.

Namun seperti dialami Sri Purnomo yang positif tanpa gejala, mereka juga hanya harus isolasi mandiri di rumah dinas.

Kondisi tanpa gejala atau hanya bergejala ringan ini juga dialami semua relawan yang positif Covid-19, tidak ada satupun relawan yang bergejala berat.

"Dari yang 7 dapat vaksin itu semuanya gejala ringan. Kalau kita bagi level beratnya 1 sampai 4, ini level 1 dan level 2. Kebanyakan level 1, jadi nggak ada yang berat," ujar Prof. Dr. Kusnadi Rusmil, dr., Sp.A(K), MM, Ketua Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung, Jawa Barat dalam acara temu media Kemenkes RI, Sabtu (23/1/2021).

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

7 orang relawan yang positif Covid-19 ini adalah bagian dari 1.620 relawan yang mendapat suntikkan vaksin. Selain 7 orang relawan ini, sisanya dalam kondisi sehat, belum atau tidak terjangkit Covid-19 usai 3 bulan setelah mendapat suntik vaksin dosis kedua.

Namun ada sebanyak 18 orang relawan lain yang positif Covid-19, namun mereka bukan kelompok yang menerima vaksin Sinovac melainkan menerima pil plasebo atau obat kosong.

Sehingga perbandingannya jauh 7 orang penerima vaksin positif Covid-19, dan 18 orang penerima pil plasebo positif Covid-19.

"Risiko (sakit Covid-19) itu jarang sekali, kebanyakan dari 1.000 lebih yang divaksin hanya 7 orang yang positif," timpal Ketua POKJA Infeksi PP. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Erlina Burhan, Sp.P (K)., M.Sc., Ph.D.

Positifnya 7 orang relawan yang mendapat vaksin ini, diduga Prof. Kusnadi lantaran daya tahan tubuh yang sedang lemah, ditambah jumlah paparan virusnya melebihi kapasitas yang tidak bisa dilawan antibodi yang dihasilkan oleh vaksin.
"Mungkin karena daya tahan tubuh pada waktu itu sedang rendah, dan juga jumlah virus yang masuk terlalu banyak, apalagi Bandung kan zona merah, sehingga dia kena penyakit Covid-19,"  pungkas Prof. Kusnadi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Sri Lanka Minum Obat Anti-Corona dari Dukun, Malah Positif Covid-19

Menkes Sri Lanka Minum Obat Anti-Corona dari Dukun, Malah Positif Covid-19

Jabar | Sabtu, 23 Januari 2021 | 18:36 WIB

Natalius Pigai Dapat Komentar Rasis, Gus Umar Tegas Mengecam Pelaku

Natalius Pigai Dapat Komentar Rasis, Gus Umar Tegas Mengecam Pelaku

Hits | Sabtu, 23 Januari 2021 | 18:46 WIB

Begini Mekanisme Vaksinasi Covid di Kabupaten Tangerang

Begini Mekanisme Vaksinasi Covid di Kabupaten Tangerang

Jakarta | Sabtu, 23 Januari 2021 | 18:25 WIB

Terkini

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:30 WIB

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:10 WIB

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:06 WIB

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:05 WIB

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:25 WIB

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:22 WIB

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:15 WIB

×